Duka Ponpes Al Khoziny, MUI: Derita Satu Pesantren Derita Kita Semua

Duka Ponpes Al Khoziny, MUI: Derita Satu Pesantren Derita Kita Semua

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 9 Oktober 2025 – 04:30 WIB

Keluarga korban meratapi peti jenazah korban runtuhnya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025). (Foto: Antara)

Keluarga korban meratapi peti jenazah korban runtuhnya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Musibah runtuhnya Mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menyisakan duka mendalam bagi dunia pesantren di Indonesia.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nyai Badriyah Fayumi, mengajak seluruh masyarakat untuk berempati dan memberikan dukungan moral kepada keluarga besar Ponpes Al Khoziny.

“Siapapun tak ada yang menginginkan musibah yang demikian berat ini terjadi. Oleh karena itu, mari berikan empati dan dukungan kepada keluarga besar Al Khoziny dan semua pesantren yang telah mendidik anak-anak bangsa tanpa memandang sosial ekonomi selama berabad-abad, tanpa meminta fasilitas negara,” ujar Nyai Badriyah dikutip dari laman resmi MUI, Rabu (8/10/2025).

Menurutnya, duka yang dialami Ponpes Al Khoziny bukan hanya milik pesantren itu sendiri, tetapi menjadi luka bagi seluruh pesantren di Indonesia.

“Pesantren itu kal-jasad al-wahid, seperti tubuh yang satu. Derita yang dialami satu pesantren adalah derita semua pesantren,” tuturnya.

Nyai Badriyah menilai peristiwa ini menjadi momentum muhasabah nasional agar negara hadir lebih nyata dalam mendukung pertumbuhan dan keamanan lembaga pendidikan Islam tradisional.

“Musibah di Al Khoziny adalah momentum untuk muhasabah, mengambil hikmah, dan memperbaiki diri. Negara perlu hadir untuk pesantren dan melaksanakan amanat Undang-Undang Pesantren yang telah disahkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pesantren adalah lembaga yang telah ikhlas berjuang mencerdaskan anak bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Pesantren berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa dan menjaga negeri ini dengan darah dan nyawa sejak berabad-abad sebelum Indonesia merdeka. Semangat pengabdian untuk pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat harus terus hidup, tidak patah oleh musibah,” imbuhnya.

MUI juga mengapresiasi keteguhan keluarga korban yang menunjukkan ketabahan luar biasa dalam menghadapi ujian berat ini.

“Kami mendoakan agar keluarga besar Al Khoziny senantiasa diberi kesabaran dan kekuatan. Semoga semua pihak dapat mengambil hikmah dari musibah ini,” tuturnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh korban jiwa akibat runtuhnya bangunan di kompleks Ponpes Al Khoziny telah ditemukan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, dalam konferensi pers di Sidoarjo, Selasa (7/10), mengatakan sebanyak 63 jenazah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

“Seluruh jenazah sudah ditemukan. Dari total itu, 61 dalam kondisi utuh dan tujuh berupa potongan tubuh,” kata Budi.

Menurutnya, seluruh korban berasal dari dalam kompleks pesantren yang kini telah rata dengan tanah. Tim telah membersihkan seluruh material bangunan, sehingga kemungkinan masih ada korban di bawah reruntuhan dinilai sangat kecil.

Namun, Budi menegaskan jumlah akhir korban masih menunggu hasil identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk memastikan tujuh potongan tubuh yang ditemukan.

“Secara teknis, operasi Basarnas telah dianggap selesai karena tidak ada lagi tanda-tanda korban di bawah reruntuhan. Namun kepastian jumlah korban baru dapat dipastikan setelah proses DVI selesai,” jelasnya.

Musibah di Ponpes Al Khoziny menjadi pengingat pentingnya perhatian bersama terhadap keselamatan infrastruktur lembaga pendidikan keagamaan, agar duka serupa tidak terulang di masa depan.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today