Expo Dunia Osaka 2025 resmi ditutup, Catat 25 Juta Pengunjung dari Seluruh Dunia. (Foto: JP today)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pameran Dunia (World Exposition) di Osaka resmi ditutup pada Senin (13/10) setelah berlangsung selama enam bulan, dengan mencatat lebih dari 25 juta pengunjung dari seluruh dunia.
Acara bertema “Designing Future Society for Our Lives” tersebut menampilkan beragam pameran teknologi canggih dan kebudayaan global dari 158 negara dan wilayah termasuk Indonesia, serta dianggap sukses meski sempat diwarnai sejumlah kendala operasional.
Dalam upacara penutupan di pulau buatan Yumeshima, Jepang menyerahkan bendera resmi Bureau International des Expositions (BIE) kepada Arab Saudi, yang akan menjadi tuan rumah Expo Dunia 2030.
“Dengan menyatukan hati, kita berhasil menciptakan sebuah pameran luar biasa yang membawa kepuasan bagi banyak orang,” ujar Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya “solidaritas daripada perpecahan” dan “toleransi daripada konfrontasi.”
Sementara itu, Pangeran Mahkota Fumihito menyebut Expo Osaka menjadi wadah penting untuk memikirkan solusi atas berbagai tantangan global.
Hingga Minggu (12/10), jumlah pengunjung umum mencapai 25,29 juta orang, melampaui rekor Expo Aichi 2005 yang mencatat 22,05 juta pengunjung, meski belum memenuhi target 28,2 juta.
Sebanyak 22,07 juta tiket terjual, dan penjualan merchandise resmi—termasuk boneka maskot Myaku-Myaku—mencapai sekitar 80 miliar yen hingga akhir Agustus. Penyelenggara bahkan memperkirakan adanya surplus operasional hingga 28 miliar yen.
Namun, perjalanan Expo tidak lepas dari tantangan. Persiapan sempat terganggu akibat kenaikan biaya konstruksi, keterlambatan pembangunan paviliun, dan rendahnya dukungan publik. Meski begitu, minat masyarakat meningkat setelah pembukaan pada pertengahan April berkat ulasan positif.
Sistem reservasi yang dimaksudkan untuk menciptakan “expo tanpa antrean” belum sepenuhnya efektif karena antrean panjang tetap terjadi, terutama saat musim panas. Beberapa pengunjung bahkan gagal mendapatkan jadwal masuk dan harus menerima tiket pengganti di hari yang sama.
Setelah penutupan, pembongkaran paviliun akan dimulai pekan depan, dan lahan diperkirakan akan dikembalikan ke Pemerintah Kota Osaka pada akhir Februari 2028. Sekitar 200 meter dari struktur atap kayu sepanjang 2 kilometer Grand Ring akan dipertahankan, sementara sisanya akan dibongkar sebagian untuk digunakan kembali.
Grand Ring sendiri telah diakui oleh Guinness World Records sebagai struktur arsitektur kayu terbesar di dunia.














