Ilustrasi–masyarakat yang membayar dengan QRIS. (Foto: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto pamer jumlah pengguna sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 56 juta orang.
Dia menyebut, kekuatan sistem pembayaran digital yang dimiliki Indonesia sudah cukup mumpuni. Sehingga tak takut ancaman tarif dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS).
“Jadi jangan khawatir di bidang digital itu kita kalah. Kita di digital sangat menguasai, bahkan ekonomi digital kita senilai 150 miliar dolar AS. Dan, ekonomi digital tidak terukur terhadap tarif-tarifan karena barangnya itu bisa berjalan,” ujar Menko Airlangga dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/19/2025).
Dia mengatakan, penggunaan pembayaran digital tersebut telah melampaui penggunaan kartu kredit. “Dan QRIS rupanya menyalip penggunaan kredit card. Makannya berbagai operator, mulai jengah melihat bagaimana kita bisa bergerak cepat dan pengguna QRIS sudah 56 juta,” jelasnya.
Eks Ketum Partai Golkar itu, menyebut, melalui kesepakatan Local Currency Transaction (LCT), Indonesia telah bekerja sama dengan negara lain. Sehingga QRIS saat ini, sudah bisa digunakan di sejumlah negara.
“Negara negara yang sudah bekerja sama dengan Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea, United Arab Emirates kita berharap dengan LCT menggunakan QRIS sudah bisa berbelanja di luar negeri,” tuturnya.
Dia optimistis, pertumbuhan ekonomi nasional akan mencapai target di tahun ini. Hal itu juga didukung oleh bisnis logistik dan warehouse di Indonesia yang meningkat di atas pertumbuhan ekonomi.
“Salah satu yang mendukung tanda-tanda perkembangan ekonomi digital adalah bisnis logistik dan warehouse yang tumbuhnya 8 persen jauh diatas pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.











