Hemat Rp21 Miliar Setahun, Pelumas Ini Diklaim Bikin Operasional Tambang Makin Efisien

Hemat Rp21 Miliar Setahun, Pelumas Ini Diklaim Bikin Operasional Tambang Makin Efisien

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 20 Oktober 2025 – 19:28 WIB

ExxonMobil perkenalkan layanan OnSite dan pelumas sintetis di Minerba Convex 2025. (Foto: EMLI)

ExxonMobil perkenalkan layanan OnSite dan pelumas sintetis di Minerba Convex 2025. (Foto: EMLI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di tengah tekanan efisiensi dan tuntutan keberlanjutan industri pertambangan nasional, solusi teknologi pelumasan kini menjadi sorotan utama. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan pelumas sintetis berteknologi tinggi mampu memangkas biaya operasional tambang hingga Rp21 miliar per tahun, sekaligus memperpanjang masa pakai peralatan secara signifikan.

Temuan tersebut dipaparkan dalam ajang Minerba Convex 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Dalam pameran yang diikuti berbagai pelaku industri energi dan pertambangan itu, teknologi pelumasan dan layanan purnajual menjadi topik yang banyak diperbincangkan karena dampaknya terhadap efisiensi operasional.

Industri tambang, yang saat ini tengah menghadapi penurunan ekspor batu bara sebesar 21 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) semester pertama 2025, dituntut untuk mengoptimalkan seluruh lini produksi. Efisiensi bahan bakar, perawatan mesin, hingga pengelolaan pelumas kini menjadi aspek penting agar perusahaan tambang dapat tetap kompetitif di era transisi energi.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian datang dari PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) melalui pelumas sintetis Mobil Delvac 1 Gear Oil 80W-140. Dalam studi kasus di salah satu kontraktor tambang di Kalimantan, pelumas ini terbukti memperpanjang interval penggantian oli transmisi dari 250 jam menjadi 1.500 jam. 

Dampaknya signifikan: limbah pelumas berkurang hingga 33 ribu liter per tahun, dan penghematan biaya operasional mencapai USD 1,3 juta atau sekitar Rp21,7 miliar setiap tahun.

Presiden Direktur EMLI, Syah Reza, menyebut temuan ini menjadi bukti bahwa pelumasan modern berperan strategis dalam efisiensi energi dan keberlanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi pelumas bukan sekadar soal perawatan mesin, tapi investasi jangka panjang yang meningkatkan produktivitas dan mengurangi jejak lingkungan,” ujar Reza di sela acara.

Selain pelumas, EMLI juga memperkenalkan Mobil OnSite Service, layanan purnajual terintegrasi yang mencakup pemantauan, filtrasi, dan manajemen pelumas di lokasi pelanggan. Layanan ini memungkinkan perusahaan tambang melakukan pembersihan tangki, pengujian kebersihan oli, hingga pengelolaan limbah minyak bekas tanpa menghentikan operasional utama.

Produk lain seperti Mobilgrease XHP 462 Moly dan Mobil Delvac Modern 15W-40 Full Protection turut dipamerkan dengan fokus pada peningkatan ketahanan mesin, efisiensi bahan bakar, dan kompatibilitas dengan bahan bakar biodiesel.

Dengan pengalaman lebih dari 125 tahun, ExxonMobil melalui EMLI menegaskan perannya sebagai mitra strategis sektor pertambangan Indonesia. Kombinasi pelumas berteknologi tinggi dan layanan purnajual terintegrasi dinilai dapat membantu pelaku tambang menjaga stabilitas operasional, mengurangi biaya perawatan, serta melangkah lebih cepat menuju industri yang efisien dan berkelanjutan.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today