Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq ketika meninjau kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/6/2025) (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan tujuh lokasi telah dipersiapkan untuk proyek waste to energy yang akan dikelola oleh Danantara.
Pengembangan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan.
“Ya ini kan dilakukan bertahap (di) seluruh lokasi ya. Ada tadi Bapak (Presiden Prabowo) meminta ada 33 lokasi,” ujar Hanif usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Ia menjelaskan, meski target awal 33 lokasi, realisasi saat ini terkonsolidasi menjadi tujuh lokasi strategis. “Sebenarnya kalau diakumulasinya sampai hari ini, (ada) 7 karena kan gabung ya, beberapa kabupaten dijadikan satu. Total kabupatennya ada 33,” jelasnya.
Proses persiapan telah memasuki tahap lanjutan. Hanif menyebutkan, lokasi-lokasi tersebut telah melalui verifikasi lapangan oleh tim gabungan. “Hari ini Danantara sedang proses untuk bangunannya,” tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah tetap memperketat pengawasan terhadap praktik pembakaran sampah ilegal. Hanif mengingatkan, kebiasaan buruk ini berdampak langsung pada penilaian Adipura bagi pemerintah daerah.
“Jadi selama itu masih ada kegiatan pembakaran, ilegal dumping, maka (dia) tidak mungkin masuk sistem penilaian Adipura, sehingga dia akan berstatus kota kotor,” sambungnya tegas.
Masalah sampah di Indonesia masih dalam tingkat yang memprihatinkan. Hanif membeberkan bahwa pihaknya telah menetapkan 326 kabupaten/kota berada dalam status darurat sampah.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menerapkan berbagai skema pengolahan. “Ada beberapa skema ya. Ada waste to energy yang kemudian dibakar, menghasilkan energi, melalui insinerasi yang pruden, yang besar,” jelas Hanif.
Selain itu, juga dikembangkan metode refuse derived fuel atau waste to fuel, dan pengolahan melalui TPS3R. “Ini berbagai macam metode kita lakukan,” pungkasnya, menegaskan pendekatan komprehensif yang diambil pemerintah dalam menangani persoalan sampah.














