Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. (Foto: Dok DPR RI).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam tindakan Israel yang terus melakukan penembakan di wilayah Gaza meski sudah ada gencatan senjata. Ia menilai pelanggaran berulang tersebut menunjukkan kurangnya penghormatan Israel terhadap nyawa warga sipil Palestina, apalagi di saat transisi menuju perdamaian sedang berlangsung.
“Gencatan senjata tercederai oleh ulah Israel yang masih menembaki warga di Gaza yang dituduh melanggar gencatan senjata. Tentara Israel masih begitu ringan tangan untuk menembaki warga Gaza yang menurut mereka melanggar garis batas,” kata Sukamta kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Sebelumnya, pemerintah Gaza menyatakan setidaknya 97 warga Palestina tewas dan 230 lainnya luka-luka akibat serangan tentara Israel sejak gencatan senjata diberlakukan di Jalur Gaza pada 10 Oktober.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan ‘pendudukan Israel telah melakukan 80 pelanggaran yang terdokumentasi sejak deklarasi gencatan senjata, yang merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional’.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengajukan perencanaan perdamaian Israel dan Palestina mengancam akan ada pelucutan senjata apabila Hamas tidak berkenan menyerahkan senjatanya selama fase awal perdamaian. Sukamta pun menilai instruksi dari Trump tidak adil mengingat Israel masih terus angkat senjata menyerang Gaza.
“Nyawa warga Gaza seperti tidak ada harganya di mata Israel, tidak ada penghormatan meski sedang berada dalam transisi perdamaian. Dengan kondisi seperti ini, tentu sangat tidak fair jika pihak Hamas diharuskan melucuti senjata, Mr. Trump,” tegasnya.
Sukamta menyebut kondisi ini membuat tuntutan agar Hamas melucuti senjata menjadi sangat tidak adil dan tidak realistis. Sebab, tanpa jaminan keamanan yang jelas, perdamaian sulit tercapai.
“Tanpa adanya jaminan keamanan, proses perdamaian akan sulit bahkan mustahil terwujud. Polisi saja tidak cukup,” ujar Sukamta.
Ia pun menegaskan kemerdekaan Palestina adalah syarat mutlak untuk mewujudkan perdamaian yang sejati. Dengan kemerdekaan penuh, kata Sukamta, Palestina dapat berdaulat mengatur negaranya sendiri.
“Termasuk membentuk tentara nasional Palestina yang akan menjaga negara negaranya. Di situlah Hamas dengan kerelaan akan menyerahkan senjatanya, karena Palestina merdeka sudah memiliki angkatan perang sendiri,” terangnya.
Sukamta mengimbau pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran aktif dengan mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Israel agar mematuhi gencatan senjata dan menghentikan penyerangan secara permanen.
“Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo, perlu mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menekan Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata, tidak melakukan penyerangan lagi,” ucap Sukamta.
“Statement Presiden Trump tempo hari menyatakan Perang sudah Berakhir, jangan hanya omon-omon. Akuilah kemerdekaan Palestina secara penuh,” tutupnya.














