Ini Alasan Menteri Bahlil Pilih Brasil untuk Kembangkan Nuklir

Ini Alasan Menteri Bahlil Pilih Brasil untuk Kembangkan Nuklir

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 24 Oktober 2025 – 21:15 WIB

Penandatanganan kerja sama strategis sektor ESDM oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Pertambangan dan Energi Brasil Alexandre Silveira disaksikan langsung oleh kedua kepala negara. (Dok.BPMI Setpres RI)

Penandatanganan kerja sama strategis sektor ESDM oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Pertambangan dan Energi Brasil Alexandre Silveira disaksikan langsung oleh kedua kepala negara. (Dok.BPMI Setpres RI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melirik kerja sama nuklir dengan Brasil. Terkait rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.

“Kemarin saya tanda tangan MoU (nota kesepahaman), termasuk di dalamnya adalah dijajaki kemungkinan kerja sama nuklir,” kata Menteri Bahlil usai Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat ()24/10/2025.

Menteri Bahlil menyebut sejumlah alasan memilih Brasil untuk kerja sama pengembangan nuklir. Karena, potensi uranium dalam jumlah besar dimiliki Brasil. Selain itu, Brasil termasuk negara yang sukses kembangkan pembangkit listrik berbahan baku nuklir.

“Jadi, sifatnya kami menjajaki. Kalau untuk metanol, etanol, kami saling bertukar pandangan dan saling pelajari. Saling mendukung,” ucap Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar. 

Pada Kamis (23/10), Indonesia dan Brasil memperkuat kerja sama bilateral di sektor minyak dan gas bumi (migas), energi terbarukan, modernisasi jaringan, sumber daya mineral, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

MoU ESDM ditandatangani secara resmi oleh Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia dan Menteri Pertambangan dan Energi Brasil Y M Alexandre Silveira yang disaksikan langsung oleh kedua kepala negara.

Kesepakatan baru itu mencakup kerja sama yang komprehensif, mulai dari kegiatan hulu dan hilir migas, energi baru dan terbarukan (termasuk bioenergi, surya, dan angin), efisiensi energi, modernisasi jaringan, sumber daya mineral, hingga pengembangan kapasitas SDM.

Di antara berbagai bidang tersebut, kolaborasi di sektor bioenergi menjadi salah satu yang disorot, mengingat keberhasilan Brasil sebagai produsen etanol terbesar kedua di dunia.

Pengalaman Brasil, yang sebagian besar pasokan listriknya berasal dari energi rendah karbon, dinilai sangat relevan bagi Indonesia.

Kolaborasi itu juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Brasil pada Juli 2025 lalu.

Selain energi, sektor pertambangan juga menjadi area penting. Kedua negara akan berkolaborasi dalam tata kelola dan pengembangan sumber daya mineral, di mana Brasil diketahui memiliki cadangan besar bauksit, bijih besi, litium, serta menguasai cadangan niobium dunia.
 

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today