Skandal Memalukan Inggris: Pelaku Kejahatan Seks Dibebaskan dari Penjara, Polisi Buru Habis-habisan!

Skandal Memalukan Inggris: Pelaku Kejahatan Seks Dibebaskan dari Penjara, Polisi Buru Habis-habisan!

Sebuah kesalahan administrasi yang sangat fatal dan memalukan terjadi di Inggris. Kepolisian saat ini tengah memburu seorang terpidana pelaku kejahatan seksual yang secara tidak sengaja dibebaskan dari penjara, padahal seharusnya ia dipindahkan ke pusat penahanan imigrasi untuk proses deportasi.

Insiden ini sontak memicu kegemparan publik dan menyoroti kelemahan sistem peradilan dan imigrasi Inggris.

Pelaku yang kini menjadi buronan adalah Hadush Gerberslasie Kebatu (38 tahun), seorang pencari suaka asal Ethiopia. Dikutip dari AFP, Sabtu (25/10/2025), Kebatu seharusnya tengah menjalani bulan pertama dari hukuman satu tahun penjara atas dakwaan pelecehan seksual, sebelum akhirnya dideportasi ke negara asalnya.

Salah Kategori dan Jejak Menuju London

Menurut laporan dari The Telegraph, Kebatu secara keliru dikategorikan sebagai tahanan yang akan dibebaskan (released) alih-alih tahanan yang akan dipindahkan ke pusat imigrasi. Kesalahan fatal inilah yang membuatnya bisa melenggang bebas dari balik jeruji.

Latar belakang kejahatan Kebatu sendiri cukup meresahkan. Ia ditangkap pada Juli lalu setelah berulang kali melakukan percobaan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 14 tahun, termasuk mencoba mencium dan menyentuh kaki korban, serta melontarkan komentar-komentar vulgar.

Ironisnya, Kebatu juga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan dewasa yang mencoba turun tangan untuk mencegah kejahatannya pada sang remaja.

Saat itu, Kebatu menginap di Hotel Bell, Epping, sebuah fasilitas yang digunakan untuk menampung puluhan pencari suaka. Kasus Kebatu di Epping, timur laut London, sempat menjadi sorotan awal tahun ini dan memicu demonstrasi berulang di berbagai kota di Inggris yang menjadi lokasi penampungan para pencari suaka.

Menteri Kehakiman David Lammy pada Jumat (24/10/2025) malam mengonfirmasi bahwa Kebatu terakhir terlihat menaiki kereta menuju ibu kota di Chelmsford, Inggris timur, mengindikasikan bahwa ia kini berada di London.

Sistem Kecewakan Korban, Polisi Bekerja Sepanjang Malam

Kepolisian Essex, yang memimpin pencarian dengan dukungan penuh dari Kepolisian Metropolitan London, memastikan penyelidikan terus berlanjut dengan sangat cepat.

“Petugas bekerja sepanjang malam untuk melacak pergerakannya, termasuk memeriksa rekaman CCTV selama berjam-jam,” tambah kepolisian, menunjukkan tingkat urgensi yang tinggi dalam upaya penangkapan kembali Kebatu.

Kesalahan fatal ini mengundang reaksi keras dari sejumlah politikus. Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyatakan keterkejutannya. “Pria ini harus ditangkap dan dideportasi atas kejahatannya,” tegas Starmer.

Namun, dampak terberat dirasakan oleh korban dan keluarganya. Ayah dari remaja korban Kebatu menyampaikan kekecewaan mendalam kepada Sky News, menyebut bahwa “sistem peradilan telah mengecewakan kami”.

Pernyataan ini menjadi cambuk telak bagi otoritas Inggris yang kini harus segera menangkap kembali terpidana tersebut demi mengembalikan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap sistem hukum mereka.
 

Visited 3 times, 1 visit(s) today