Aktris Acha Septriasa saat ditemui di Jakarta Pusat. (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Aktris Acha Septriasa berbagi kisah tentang kehidupan pribadinya setelah resmi berpisah dari sang mantan suami, Vicky Kharisma.
Meski sudah tak lagi bersama, keduanya tetap bersepakat menjalani pola co-parenting demi kebahagiaan sang buah hati, Bridgia Kalina Kharisma.
Acha menuturkan, keputusan untuk tetap kompak membesarkan anak meski sudah berpisah merupakan bentuk tanggung jawab paripurna. Bahkan, ia dan Vicky sudah membagi waktu secara adil dalam mengasuh sang putri.
“Bagi waktunya pastinya, karena co-parenting. Jadinya saya kemarin jaga Bridgia 11 minggu 5 hari, sampai saya hitungin loh,” ujar Acha kepada awak media di Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025).
“Terus Vicky jaga ketika saya promo film di Jakarta sekarang. Vicky jaga Bridgia tujuh minggu. Pokoknya itulah perbandingannya, masih 60-40 persen. Jadi saya lebih banyak 60 persen, Vicky ambil 40 persennya. Tapi semuanya sudah sangat-sangat membantu,” lanjutnya.
Menurut Acha, sistem co-parenting itu membuatnya bisa tetap total dalam dua peran yakni sebagai ibu sekaligus aktris.
“Karena kan saya di sana selain jaga anak, saya juga punya kegiatan lain. Jadi memang jadinya full buat anak di sana. Ada dua dunia ini membuat saya bisa lebih total menjadi ibu, dan bisa lebih total juga sebagai aktor di sini,” tuturnya
Sampai saat ini, Acha, Vicky beserta buah hati semata wayangnya memang memilih menetap di Australia, negara tempat mereka pertama kali membangun rumah tangga. Acha mengatakan, keputusan itu diambil dengan banyak pertimbangan, terutama menyangkut kehidupan sang anak.
“Karena memang anakku kan bersekolah di sana. Memang aku sudah 10 tahun menjalani kehidupan di sana, dan berdomisilinya juga di sana. Memang sense of home, rumah itu memang di sana. Karena pertama kali berumah tangga, pertama kali punya rumah, tempat pulang itu memang di Australia,” ucapnya.
Acha mengaku tidak memiliki untuk berpindah-pindah. Ia justru ingin mempertahankan status permanent resident di Australia sekaligus mendukung pendidikan sang anak hingga jenjang sekolah menengah.
“Jadi memang enggak ada rencana buat gimana-gimana sih. Justru malah ingin mempertahankan permanent resident-nya juga. Dan juga Bridgia memang sudah sekolah di sana. Aku punya strategi supaya dia bisa sekolah sampai high school di sana. Karena sudah beli rumah di daerah yang high school-nya bagus,” ungkapnya.
“Rasanya malah accomplished sekarang karena cita-citaku tercapai, terus juga anak happy karena enggak pisah dari teman-temannya. Itu aja sih, sebagai orang tua, bentuk support-nya sama anak,” tutupnya.














