Afrita Berdayakan Perempuan Lewat Usaha Kerupuk Gurita di Banda Aceh

Afrita Berdayakan Perempuan Lewat Usaha Kerupuk Gurita di Banda Aceh

syahidan.jpg

Senin, 27 Oktober 2025 – 14:37 WIB

Koordinator Program Pemberdayaan Kerupuk Gurita Aceh, Afrita Ida Utami (kiri) bersama dua orang karyawannya. (Dokumentasi: Inilah.com/ Syahidan)

Koordinator Program Pemberdayaan Kerupuk Gurita Aceh, Afrita Ida Utami (kiri) bersama dua orang karyawannya. (Dokumentasi: Inilah.com/ Syahidan)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Koordinator Program Pemberdayaan Kerupuk Gurita Aceh, Afrita Ida Utami menyampaikan, usaha kerupuk gurita tidak hanya bertujuan mengolah hasil laut menjadi kerupuk, tapi juga membuka ruang pemberdayaan bagi perempuan sekitar.

Afrita mengungkap, saat ini di rumah produksi kerupuk gurita melalui program pemberdayaan Dompet Dhuafa ini terdapat empat karyawan yang semuanya adalah perempuan.

“Karyawan, ya empat orang, dan itu semua perempuan, kecuali nelayan. Nelayan boleh ibu, boleh laki-laki juga,” kata Afrita di Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, para pekerja memiliki latar belakang beragam. Di antaranya mereka adalah anak yatim piatu hingga ibu rumah tangga yang berpenghasilan rendah.

“Ada yang satu yatim, dia kuliah di sini. Ada yang satu yatim piatu gitu, dan kuliah. Dan ada satu juga, yang sebelum-sebelumnya itu juga ada yang ibu rumah tangga, yang penghasilannya masih ini (kurang) dan perempuan nelayannya juga ikut terbantu nih,” ujar Afrita.

Ia menjelaskan, bahan baku gurita diperoleh langsung dari nelayan setempat tanpa menekan harga jual mereka. Menurutnya, hal itu membuat sama-sama untung baik untuk usahanya maupun nelayan.

“Tapi kita memang membutuhkan solusinya, karena mereka untung, kita pun enggak rugi gitu. Jadi mereka juga berdaya gitu kan, perempuan-perempuannya,” katanya.

Ke depan, ia berharap usaha kerupuk gurita ini bisa berkembang lebih luas dan menjadi sumber penghidupan berkelanjutan bagi banyak orang, terutama perempuan.

“Yang dibutuhkan dalam segi manusianya, itu memang kalau bisa makin banyak orang yang bergabung, makin banyak manfaat ya, yang penerima manfaatnya makin banyak, makin banyak yang terbantu secara ekonomi,” ujarnya.

Afrita juga menuturkan rencananya untuk memperluas jangkauan pengambilan bahan baku hingga ke Pulau Simeulue, sekaligus menyiapkan toko khusus untuk produk olahan laut tersebut.

“Kemarin kan di Aceh ya, Pulau Aceh. Dan ini kita udah merambah ke, (ambil) guritanya itu ke Simeulue. Udah kita coba ambil di sana,” katanya.

“Dan ini juga kalau bisa memang semua nilai yang ikut lah. Terus secara, kita harapannya ada toko nantinya,” tambahnya.

Meskipun, beberapa pembeli juga datang langsung ke rumah produksi untuk membeli kerupuk gurita. Tetapi, ia berharap ke depan bisa memiliki toko agar pembeli dapat membeli langsung di sana.

Selain itu, ia juga berharap produk ini bisa menembus pasar yang lebih luas. Salah satunya dengan melakukan ekspor.

“Ekspor dalam bentuk makanan kah, atau mentah kah, atau gimana, itu masih dalam rancangan. Itu kan masih harapan ya,” ujarnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today