Kontroversi mengenai fitur bantuan mengemudi semi-otomatis Tesla kembali memanas. Kali ini, sebuah insiden serius di Los Angeles County, California, AS menjadi bukti nyata bahaya dari penggunaan fitur Autopilot secara ceroboh. Seorang pengemudi Tesla Model Y, yang diduga tertidur saat fitur tersebut aktif, menabrak mobil patroli polisi di jalan bebas hambatan.
Insiden yang terjadi pada dini hari ini menambah panjang daftar kecelakaan yang melibatkan sistem semi-otomatis dari pabrikan besutan Elon Musk tersebut.
Menurut laporan Kepolisian California Highway Patrol (CHP), mobil polisi yang menjadi korban tengah berhenti di bahu jalan untuk memberikan bantuan kepada pengemudi lain yang mengalami mogok. Tiba-tiba, mobil Tesla Model Y yang dikendarai pria berusia 28 tahun itu menghantam keras bagian belakang mobil patroli tersebut.
Petugas kepolisian yang berada di dalam mobil dilaporkan menderita luka ringan. Sementara pengemudi Tesla hanya mengalami cedera minor. Namun, dampak tabrakan itu cukup parah; bagian depan Tesla ringsek dan sempat memicu kebakaran kecil yang untungnya cepat dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran.
Pengakuan Sopir: Berpikir Autopilot Aman Tanpa Pengawasan
Hal yang paling mengkhawatirkan dari kasus ini adalah pengakuan si pengemudi. Pria tersebut mengaku kepada petugas bahwa ia telah mengaktifkan mode Autopilot sebelum kejadian. Ia meyakini bahwa mobilnya dapat berjalan dengan aman tanpa perlu pengawasan penuh darinya –sebuah asumsi fatal yang berulang kali terjadi dalam insiden serupa.
“Kami menemukan bukti bahwa sistem bantuan pengemudi memang aktif saat kecelakaan terjadi,” ujar juru bicara CHP, dilansir dari Carscoops, Kamis (30/10/2025).
Namun, pihak kepolisian kembali menegaskan prinsip fundamental dalam penggunaan teknologi ini. “Pengemudi tetap bertanggung jawab untuk mengawasi jalan dan siap mengambil kendali kapan pun diperlukan,” lanjutnya.
Hingga saat ini pihak Tesla belum merilis pernyataan resmi. Perusahaan asal AS itu secara konsisten menyatakan bahwa Autopilot bukanlah sistem mengemudi otonom penuh (full self-driving), melainkan sekadar alat bantu yang mutlak memerlukan pengawasan manusia, di mana tangan pengemudi harus tetap memegang kemudi.
NHTSA Terus Menginvestigasi
Kecelakaan ini secara otomatis menambah beban investigasi yang sedang ditangani oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NHTSA). Badan tersebut telah membuka sejumlah penyelidikan terhadap insiden serupa yang melibatkan kendaraan Tesla, khususnya yang menabrak kendaraan darurat seperti mobil polisi atau ambulans di jalan raya.
Meskipun Tesla terus berupaya meningkatkan dan memperbarui kemampuan perangkat lunak pengemudi otomatisnya, para pakar keselamatan lalu lintas tak henti menyuarakan peringatan. Kepercayaan berlebihan terhadap sistem semi-otomatis ini, ditambah dengan nama fitur yang terkesan ‘otonom’ penuh, dapat menimbulkan risiko serius dan fatal di jalan raya.
Insiden di Los Angeles ini adalah pengingat keras bagi semua pengguna kendaraan canggih: teknologi bantuan mengemudi bukanlah pengganti kewaspadaan manusia. Ia hanyalah pendukung, dan keselamatan sejati di jalan raya tetap berada di tangan pengemudi yang sadar dan bertanggung jawab penuh.














