What’s Up with Secretary Kim versi Indonesia diperankan oleh Mawar De Jongh dan Adipati Dolken. (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Mengadaptasi webtoon dan webnovel yang juga pernah diangkat menjadi drama Korea populer berjudul What’s Wrong with Secretary Kim, versi Indonesia ini menawarkan sentuhan lokal dan dekat dengan keseharian penonton.
Film ini menawarkan chemistry manis antara Adipati Dolken yang berperan sebagai Pak Rendra dan Mawar De Jongh, selaku Kimberly Laksono atau Sekretaris Kim.
Jika di Korea, Filipina dan Thailand dihadirkan dalam bentuk series, kini untuk pertama kalinya, cerita ini dikemas dalam versi film lewat adaptasi Indonesia yang menghadirkan dinamika bos dan sekretaris dengan rasa yang lebih hangat, ringan, dan lucu.
Disutradarai oleh Rako Prijanto, adaptasi ini menghadirkan sentuhan khas Indonesia, mulai dari dinamika antar karyawan hingga momen sederhana seperti kencan di angkringan. Semua elemen dirancang agar penonton merasa akrab dan melihat cerminan kehidupan mereka sendiri di dalam kisah ini.
Lebih jauh lagi Rako mengungkapkan adaptasi ini ingin menampilkan hubungan yang terasa nyata dan membumi.
“Kami ingin penonton melihat dinamika antara bos dan sekretaris yang tidak berlebihan. Romantis, iya, tapi juga hangat dan dekat dengan keseharian orang kantoran di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Bagi Adipati Dolken, film ini menjadi kesempatan untuk menampilkan sisi lain dari karakter bos perfeksionis yang ikonik.
“Pasti ada tekanan, karena orang akan membandingkan dengan versi sebelumnya. Tapi kami punya versi yang lebih lokal, lebih Indonesia. Mood-nya dibuat fun, sweet, dan kekeluargaan supaya penonton bisa ikut ngerasain kehangatannya,” katanya dalam sesi jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Di sisi lain, Mawar de Jongh mengatakan, peran sebagai Kimberly Laksono bukan sekadar tentang menjadi sekretaris yang elegan, tetapi juga tentang perjalanan menemukan jati diri.
“Sekretaris Kim ini profesional, tapi juga manusia yang sedang belajar mengenal dirinya sendiri. Aku suka karena di versi ini ceritanya terasa lebih dekat dengan kehidupan kita, dari cara kerja sampai cara bersikap,” ungkap Mawar.
Mengadaptasi serial legendaris What’s Wrong With Secretary Kim bukan hal mudah. Tapi bagi Adipati Dolken dan Mawar De Jongh, tantangan itu justru jadi kesempatan untuk menghadirkan sesuatu yang baru.
“Versi Korea-nya udah terkenal banget, tapi kita pengin versi ini punya rasa sendiri. Rendra ini bukan CEO biasa, tapi sosok pemimpin yang tetap punya wibawa dengan cara yang lebih Indonesia,” tutur Adipati.
Mawar mengungkapkan ia melakukan banyak observasi untuk memerankan karakter sekretaris dengan meyakinkan.
“Aku sempat ngobrol dan memperhatikan teman-teman yang kerja di kantor, dari cara mereka berbicara, berpakaian, sampai bagaimana mereka bersikap ke atasan. Aku ingin sosok Kim ini terasa profesional, tapi juga punya sisi lembut dan hangat yang bisa bikin penonton relate,” terangnya.
Sinopsis
Selama sembilan tahun, Sekretaris Kim (Mawar de Jongh)selalu setia mendampingi Pak Rendra (Adipati Dolken), wakil presdir perfeksionis dari perusahaan Jambudwipa. Kim tahu segalanya tentang sang atasan, dari jadwal rapat sampai kebiasaan kecilnya. Tapi di balik kesibukannya sebagai tangan kanan Rendra, Kim mulai menyadari bahwa ia terlalu lama menomorduakan dirinya sendiri.
Keputusan Kim untuk resign pun jadi titik balik yang mengguncang Rendra. Terbiasa bergantung pada Kim dalam segala hal, Rendra mendadak kehilangan arah dan mulai mempertanyakan perasaannya sendiri. Di tengah kepanikan itu ia sadar, mungkin selama ini ada hal penting yang belum pernah ia ungkapkan.
Namun ketika Rendra mulai sadar akan perasaannya, Kim justru sibuk menelusuri masa lalunya, mencoba menemukan siapa sosok yang pernah menyelamatkannya di tengah tragedi masa kecil yang tak pernah ia lupakan. Tanpa disadari, pencarian itu justru membawa Kim dan Rendra semakin dekat, bukan hanya sebagai atasan dan bawahan, tapi dua orang yang sama-sama belajar memahami arti cinta dan kejujuran.














