X dan ChatGPT Down Buntut Cloudflare, Pakar: Gangguan Internet Akan Makin Sering Terjadi

X dan ChatGPT Down Buntut Cloudflare, Pakar: Gangguan Internet Akan Makin Sering Terjadi

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 19 November 2025 – 07:51 WIB

Gangguan layanan Cloudflare membuat X, ChatGPT, dan situs web lainnya offline pada Selasa. (Foto: SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

Gangguan layanan Cloudflare membuat X, ChatGPT, dan situs web lainnya offline pada Selasa. (Foto: SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Setelah sempat melumpuhkan sebagian besar aktivitas internet global Selasa (18/11) malam WIB, Cloudflare mengumumkan bahwa seluruh layanannya kini telah beroperasi normal. Gangguan yang menghantam raksasa teknologi seperti X (Twitter) dan ChatGPT ini memicu kekhawatiran baru mengenai ketergantungan internet dunia pada segelintir penyedia infrastruktur.

Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, Dane Knecht, mengonfirmasi pemulihan tersebut. 

“Kami dapat mengatasi dampak pada lalu lintas yang mengalir melalui jaringan kami sekitar pukul 14.30 UTC, yang merupakan prioritas utama kami,” ujar Knecht. 

Ia menambahkan bahwa perbaikan tambahan diperlukan untuk memulihkan sepenuhnya control plane (dasbor dan API) perusahaan, namun kini semuanya dipastikan telah “beroperasi penuh”.

Titik Kegagalan Tunggal (Single Point of Failure)

Insiden ini mengejutkan banyak pengamat industri, mengingat posisi Cloudflare sebagai “tulang punggung” bagi sekitar seperlima situs web di dunia.

Alan Woodward, profesor keamanan siber di University of Surrey, menyebut insiden ini sebagai anomali desain. 

“Kelemahan menjadi penjaga gerbang (gatekeeper) dan jaringan distribusi untuk merek-merek besar adalah jika sistem vital ini gagal, tidak ada yang bisa menggunakan layanan Anda,” jelas Woodward.

“Ini mengejutkan karena jaringan semacam ini dirancang untuk menghindari titik kegagalan tunggal (single points of failure),” tambahnya.

Ironisnya, Down Detector, situs yang menjadi rujukan utama untuk memantau gangguan internet, juga ikut tumbang akibat masalah teknis ini sebelum akhirnya kembali online dan menunjukkan lonjakan laporan gangguan yang dramatis.

Peringatan Pakar: “Bersiaplah, Ini Akan Terulang”

Gangguan Cloudflare ini terjadi hanya sebulan setelah insiden serupa menimpa Amazon Web Services (AWS), yang juga melumpuhkan sebagian besar internet. Menurut Lee Skillen, CTO platform manajemen perangkat lunak Cloudsmith, frekuensi kejadian seperti ini diprediksi akan meningkat.

“Infrastruktur modern dibangun di atas sistem yang sangat saling terhubung; semakin kita mengoptimalkan skala, semakin sulit untuk menentukan bagaimana satu kegagalan memicu kegagalan lainnya,” kata Skillen.

Ia memperingatkan bahwa meskipun gangguan berskala global (“completely down and out”) seperti ini sangat tidak biasa, namun hal tersebut tidak terelakkan. “Hari ini Cloudflare, besok mungkin Fastly atau penyedia CDN Cloud lainnya. Setiap kejadian adalah pengingat bagaimana pilihan arsitektur menyebar ke luar, mengekspos rantai pasokan (supply chain) yang implisit,” tegasnya.

Cloudflare berjanji akan merilis analisis lengkap (post-mortem) mengenai penyebab teknis insiden ini dalam beberapa jam ke depan, serta langkah pencegahan agar hal serupa tidak terulang.

Topik
Komentar

Visited 6 times, 1 visit(s) today