Wamen Investasi Klaim Pelaku Usaha Meningkat Pesat, Tembus 14,4 Juta

Wamen Investasi Klaim Pelaku Usaha Meningkat Pesat, Tembus 14,4 Juta

Clara Medium.jpeg

Rabu, 19 November 2025 – 13:07 WIB

Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi (BKPM) Todotua Pasaribu saat berpidato dalam acara Antara Business Forum di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025). (Foto: Inilah.com/ClaraAnna).

Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi (BKPM) Todotua Pasaribu saat berpidato dalam acara Antara Business Forum di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025). (Foto: Inilah.com/ClaraAnna).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Jumlah pelaku usaha di Indonesia disebut meningkat pesat, mencapai sekitar 14,4 juta hingga 18 November 2025. Lonjakan ini menandai pertumbuhan signifikan dibandingkan Oktober 2024 yang tercatat 10,9 juta pelaku usaha.

Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi (BKPM) Todotua Pasaribu mengatakan, mayoritas pelaku usaha masih didominasi oleh perorangan dengan presentase 91,43 persen. Ia menilai komposisi ini menjadi fondasi penting dalam struktur ekonomi nasional.

“Ini kekuatan kita. Ini merupakan fundamental kita kalau berbicara mengenai pelaku usaha,” ujar Todotua dalam acara Antara Business Forum di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Menurut Todotua, pelaku usaha mikro mendominasi dengan 96,83 persen, diikuti usaha kecil 2,28 persen, usaha besar 0,63 persen, dan usaha menengah 0,27 persen. “Ini real per hari ini, per detik ini. Artinya, dalam satu tahun ada penambahan kurang lebih 3 juta pelaku usaha,” jelasnya.

Pertumbuhan jumlah pelaku usaha, kata Todotua, mencerminkan dinamika ekonomi yang terus bergerak. Ia menekankan, sektor ekonomi tidak hanya membutuhkan permintaan, tetapi juga pihak-pihak yang menggerakkannya, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Karena kita berbicara ekonomi, kan harus ada juga siapa yang menggerakkan. Ada konsolidasi sektor, ada government, pelaku usaha, masyarakat,” tutur Todotua.

Selain itu, dia menyoroti pentingnya investasi sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. “Karena memang realisasi investasi inilah yang akan salah satu tulang punggung yang akan mengendorse bagi pergerakan pertumbuhan ekonomi negara kita,” kata Todotua.
 

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today