Napoli vs Qarabag: Misi Emosional untuk Maradona di Tengah Persaingan Grup

Napoli vs Qarabag: Misi Emosional untuk Maradona di Tengah Persaingan Grup
Liga Champions

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 25 November 2025 – 07:30 WIB

Jonathan Burkardt dari Eintracht Frankfurt berebut bola dengan Alessandro Buongiorno dari SSC Napoli dalam pertandingan Fase Liga MD4 Liga Champions UEFA 2025/26 antara SSC Napoli dan Eintracht Frankfurt di Stadio Diego Armando Maradona pada 4 November 2025 di Naples, Italia. (Foto: Francesco Pecoraro/Getty Images)

Jonathan Burkardt dari Eintracht Frankfurt berebut bola dengan Alessandro Buongiorno dari SSC Napoli dalam pertandingan Fase Liga MD4 Liga Champions UEFA 2025/26 antara SSC Napoli dan Eintracht Frankfurt di Stadio Diego Armando Maradona pada 4 November 2025 di Naples, Italia. (Foto: Francesco Pecoraro/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Napoli akan turun menghadapi Qarabag pada laga Liga Champions, Rabu (26/11), dengan satu motivasi yang jauh lebih besar dari sekadar perburuan poin: mempersembahkan kemenangan untuk Diego Armando Maradona. 

Pertemuan ini digelar tepat pada lima tahun wafatnya sang legenda Argentina, sosok yang terus hidup di hati publik Naples dan kini diabadikan sebagai nama stadion kebanggaan kota.

Pelatih Antonio Conte menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya target kompetitif, tetapi bentuk penghormatan bagi ikon terbesar klub. 

“Ini adalah peringatan meninggalnya Maradona. Semua tahu apa arti Maradona bagi kota Naples, dan akan sangat indah bila kami bisa mendedikasikan kemenangan untuknya,” ujar Conte di laman resmi klub.

Napoli sendiri memasuki laga ini dengan performa yang belum optimal di Liga Champions. Dari empat pertandingan, mereka baru mengumpulkan empat poin dan butuh kemenangan untuk menjaga peluang lolos.

 Namun Qarabag datang bukan sebagai tamu ringan. Klub asal Azerbaijan itu tampil mengejutkan musim ini: dua kemenangan, satu seri, dan hanya satu kekalahan dari empat laga, termasuk mencuri poin di markas Benfica dan hampir mengalahkan Chelsea.

Conte mengakui timnya harus waspada. “Qarabag bisa dianggap sebagai tim kejutan Liga Champions. Mereka punya tujuh poin dan banyak pemain asing yang terintegrasi dengan sangat baik. Kami butuh energi besar sejak awal karena mereka pasti datang dengan intensitas tinggi,” tegasnya.

Secara historis, tim Italia punya catatan impresif melawan klub-klub Azerbaijan. Dalam delapan pertemuan kompetisi Eropa, klub Italia tidak pernah kalah—empat di antaranya berakhir kemenangan beruntun. Qarabag sendiri belum pernah menang dalam enam kesempatan menghadapi klub Serie A, termasuk dua kekalahan melawan AS Roma pada Liga Champions 2017/18.

Dengan latar sejarah, tekanan kompetitif, dan momentum penghormatan kepada Maradona, Napoli memikul beban sekaligus inspirasi besar. Kemenangan bukan hanya menjaga asa lolos, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara klub dan sosok yang paling mengubah sejarahnya.

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today