Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berfoto dengan warga terdampak penutupan operasional tambang saat pemberian bantuan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/11/2025). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi(KDM), mencanangkan langkah revolusioner untuk memajukan ekosistem sepak bola di Tanah Pasundan. Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, Dedi menargetkan setiap kecamatan di Jawa Barat memiliki minimal satu lapangan sepak bola berstandar profesional.
Pernyataan tegas ini disampaikan Dedi usai menghadiri acara Gunem Catur Sareng (diskusi) bersama Asosiasi PSSI Kabupaten/Kota dan Klub Anggota PSSI Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin.
Geser Fokus: Kualitas Rumput di Atas Kemewahan Tribun
Dedi mengkritik pola pembangunan lama yang kerap tersentral pada stadion megah namun membebani biaya pemeliharaan. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kali ini harus bergeser pada fungsi dan daya guna di tingkat akar rumput (grassroot).
“Minimal satu kecamatan harus memiliki satu lapangan sepak bola profesional yang dapat dipakai,” ujar Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan, standar “profesional” yang dimaksud fokus pada kualitas rumput dan lapangan agar atlet bisa berlatih maksimal. Ia meminta pembangunan tribun dan fasilitas penunjang disesuaikan dengan kondisi lahan dan tidak perlu bermewah-mewahan.
“Mewah itu pemeliharaannya mahal dan barangnya nanti banyak hilang. Yang penting lapangannya bisa digunakan,” tegasnya.
“Ultimatum” APBD dan Kemandirian Klub
Selain infrastruktur, Dedi menyoroti masalah klasik pendanaan klub. Ia mewanti-wanti agar klub sepak bola di Jawa Barat segera mandiri dan memutus ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, pengelolaan klub yang mengandalkan dana pemerintah daerah sangat rentan risiko hukum bagi kepala daerah.
“Jangan berharap klub naik liga kalau masih mengandalkan kabupaten atau kota. Tidak ada bupati yang mau dipenjara gara-gara sepak bola,” ucap Dedi memperingatkan.
Sekolah Sepak Bola Profesional & Aspirasi Klub
Visi Dedi Mulyadi juga menyentuh aspek pendidikan. Pemprov Jabar berencana membangun sekolah khusus sepak bola dengan sistem kurikulum terintegrasi pada 2026. Sekolah ini nantinya akan merekrut anak-anak potensial dengan pola asrama, di mana seluruh aktivitas “dari bangun sampai tidur” diarahkan untuk pembinaan sepak bola.
Dalam diskusi tersebut, aspirasi juga datang dari para pelaku sepak bola. Ketua Persigar Kabupaten Garut, Rudi Gunawan, menyoroti ketertinggalan sepak bola Jabar dibanding Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Kondisi di Jawa Barat ini tertinggal. Jawa Barat hanya punya Persib, sementara di Jawa Timur ada klub bagus di 5 kabupaten,” ungkap Rudi.
Senada dengan Rudi, Ketua Klub Citeureup Raya, Dedi Cakra, mengaku miris dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap tim yang mewakili Jawa Barat di kancah nasional. Ia berharap adanya kejelasan akses dana hibah dari Pemprov untuk membantu napas klub-klub kecil yang sedang berjuang mencetak prestasi.














