Foto yang diambil pada 5 Desember 2025 menunjukkan jejak kaki dinosaurus di dinding batu di Kota Dujiangyan, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Foto: Xinhua)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dunia paleontologi kembali dikejutkan oleh penemuan spektakuler dari China. Sejumlah paleontolog berhasil mengidentifikasi lebih dari 20 jejak kaki dinosaurus dan vertebrata lain yang tertinggal di sebuah dinding batu di Kota Dujiangyan, Provinsi Sichuan, China barat daya.
Temuan yang diperkirakan berasal dari era 200 juta tahun silam ini disebut para ahli sebagai kunci penting untuk membuka pemahaman baru tentang evolusi awal dinosaurus.
Jejak purba ini pertama kali ditemukan secara tak sengaja oleh seorang pendaki pada November lalu. Keasliannya kemudian dikonfirmasi oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Xing Lida, seorang lektor kepala dari Universitas Geosains China (Beijing). Ini menjadi kali pertama jejak kaki dinosaurus dilaporkan secara resmi di wilayah Dujiangyan, menambah daftar panjang situs paleontologi di China.
Theropoda dan Chirotherian: Penghuni Ekosistem Kuno
Xing Lida menjelaskan, jejak-jejak yang terawetkan dengan apik di dinding batu tersebut mencakup beberapa jenis satwa. Di antaranya adalah jejak kaki theropoda, yang memiliki berbagai ukuran. Theropoda dikenal sebagai dinosaurus pemakan daging yang berjalan dengan dua kaki.
Selain itu, ditemukan pula jejak tipe chirotherian. Jejak ini sangat khas, menyerupai bentuk tangan manusia, dan dikaitkan dengan reptil archosaurus awal yang merupakan nenek moyang dinosaurus. Keragaman jejak ini mengindikasikan bahwa situs tersebut merupakan ekosistem yang ramai.
“Yang membuat situs ini sangat berharga adalah sedikitnya ada empat lapisan yang mengawetkan jejak kaki,” ungkap Xing.
Temuan berlapis ini memiliki makna signifikan: menunjukkan bahwa dinosaurus tidak hanya sekadar melintas, tetapi benar-benar hidup dan beraktivitas di lokasi tersebut dalam jangka waktu yang sangat lama –mungkin ribuan atau bahkan jutaan tahun.
Fosil Kayu Ungkap Lingkungan Hidup
Untuk melengkapi gambaran ekosistem purba tersebut, para peneliti juga menemukan sejumlah potongan fosil kayu di dekat jejak-jejak kaki tersebut. Temuan ini termasuk batang pohon yang tumbang dan bahkan tunggul pohon tegak yang terawetkan di tempatnya (in-situ).
Adanya fosil kayu ini memberikan informasi tambahan yang sangat berharga mengenai sifat ekosistem setempat lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Area tersebut jelas merupakan hutan atau kawasan dengan vegetasi lebat yang menjadi habitat ideal bagi dinosaurus awal.
Jiang Shan, peneliti di Museum Dinosaurus Zigong di Sichuan, menegaskan bahwa material yang baru teridentifikasi ini akan sangat membantu para ilmuwan. Temuan ini diyakini mampu meningkatkan pemahaman tentang sejarah evolusi awal dinosaurus di China dengan lebih baik, mengisi kekosongan data paleontologi di wilayah Asia.
Penemuan di Dujiangyan ini sekali lagi membuktikan bahwa dinding-dinding batu di China menyimpan jutaan tahun rahasia evolusi kehidupan purba yang menunggu untuk disingkap.














