Tendangan kungfu liga 4 viral (Foto: Instagram)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengecam keras insiden yang terjadi pada pertandingan Liga 4 antara PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan dan Perseta 1970, yang digelar sore hari pada Senin (5/1/2026).
Dalam laga tersebut, terjadi insiden yang mengakibatkan Firman Nugraha, pemain dari Perseta 1970 mengalami cedera serius karena terkena tendangan yang mengenai dada pemain tersebut.
“Segala tindakan yang mencederai nilai fair play terlebih yang beresiko membahayakan keselamatan sesama pemain di lapangan sudah seharusnya tidak lagi terjadi dalam pertandingan sepakbola,” ujar M. Hardika Aji, CEO APPI dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).
“Sepakbola adalah arena kompetitif yang harus dijalankan dengan penuh penghormatan terhadap keselamatan semua peserta pertandingan,” lanjut Hardika.
Hardika mengatakan, APPI telah berkomunikasi dengan Firman yang saat ini mengalami cedera retak pada bagian tulang rusuk, sehingga saat ini harus menjalani masa istirahat guna mendukung proses pemulihan.
APPI juga meminta agar penyelenggara kompetisi, wasit, dan komite disiplin PSSI untuk mengevaluasi kejadian ini secara menyeluruh dan memastikan sanksi tegas dan adil sesuai aturan yang berlaku.
Gayung bersambut, Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur diketahui telah menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan M. Hilmi Gimnastiar atas tindakan brutal nya.
“Hal ini sangatlah penting penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang karena kesehatan dan keselamatan di lapangan adalah prioritas utama serta tentunya untuk menjaga lingkungan kompetisi yang aman dan mendukung pertumbuhan talenta muda Indonesia,” kata Hardika.
“APPI juga mengingatkan kembali dan mengajak para pesepakbola untuk selalu menjaga keselamatan, mengedepankan profesionalisme, dan sportivitas dalam sepakbola Indonesia di semua level kompetisi,” tuturnya lagi.
Asal tahu saja, Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat, mengatakan sanksi berat dijatuhkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan menilai perbuatannya termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI.
“Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” kata Makin dikutip Antara di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.














