Paris Saint-Germain (PSG) kembali mengukuhkan dominasinya di sepak bola Prancis dengan cara yang paling dramatis. Skuad asuhan Luis Enrique sukses mengangkat trofi Piala Super Prancis (Trophée des Champions) 2025 setelah menundukkan rival abadi mereka, Olympique Marseille, melalui drama adu penalti di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Kuwait, Kamis (8/1) malam waktu setempat.
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Les Parisiens nyaris menelan kekalahan sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2 di detik-detik akhir waktu normal, dan kemudian menang telak 4-1 dalam babak tos-tosan.
Penyelamat Bernama Goncalo Ramos
Laga bertajuk Le Classique ini menyajikan tensi tinggi sejak awal. PSG sempat unggul cepat pada menit ke-13 lewat aksi Ousmane Dembele yang menaklukkan kiper Geronimo Rulli.
Namun, Marseille menolak menyerah. Di babak kedua, Mason Greenwood menyamakan kedudukan lewat titik putih pada menit ke-76. Petaka bagi PSG datang di menit ke-87, ketika bek anyar Willian Pacho mencetak gol bunuh diri yang membawa Marseille berbalik unggul 2-1.
Saat trofi tampak sudah di depan mata Marseille, Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan. Masuk sebagai pemain pengganti, striker Portugal itu mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time (90+5′) memanfaatkan umpan Bradley Barcola, memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
Di babak penentuan, mentalitas juara PSG berbicara. Empat eksekutor PSG sukses menjalankan tugasnya, sementara Marseille hanya mampu melesakkan satu gol. Skor 4-1 menutup malam indah bagi klub ibu kota Prancis tersebut.
Luis Enrique: Ramos Adalah Pejuang
Pelatih PSG, Luis Enrique, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan anak asuhnya, khususnya Goncalo Ramos.
“Kami bertarung hingga menit terakhir, dan saya pikir pada akhirnya, adu penalti sedikit membawa keberuntungan bagi kami,” ungkap Enrique dikutip dari laman resmi klub, Jumat (9/1).
Enrique secara khusus menyanjung Ramos yang menjadi katalis perubahan di laga tersebut.
“Saya harus mengucapkan selamat kepada para pemain saya, terutama Goncalo Ramos karena dia seorang pejuang. Dia selalu siap: bermain satu menit, dua menit… dia siap. Dia seorang pejuang dan kami sangat senang memiliki Goncalo bersama kami,” puji pelatih asal Spanyol tersebut.
Dominasi Absolut Trophée des Champions
Kemenangan ini semakin mempertegas hegemoni PSG di ajang Piala Super Prancis. Ini merupakan gelar ke-14 mereka di era modern, menambah koleksi trofi yang sebelumnya diraih pada tahun 1995, 1998, dan dominasi beruntun dari 2013 hingga 2024 (dengan pengecualian 2021).
Bagi Enrique, kemenangan atas Marseille—lawan yang menyulitkan dan bermain di luar kebiasaan mereka malam itu—adalah bukti karakter tim yang solid.
“Tim sangat senang, dan ini penting bagi para pendukung kami. Pertandingan ini sulit, tapi ini menunjukkan karakter dan mentalitas PSG bahwa kami tak akan menyerah hingga detik terakhir,” pungkasnya.














