Kata-kata Erick Thohir Usai John Herdman Diperkenalkan sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Kata-kata Erick Thohir Usai John Herdman Diperkenalkan sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Haris Medium.jpeg

Rabu, 14 Januari 2026 – 01:01 WIB

John Herdman dan Erick Thohir (foto:inilahcom/bagas)

John Herdman dan Erick Thohir (foto:inilahcom/bagas)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, berharap dukungan penuh seluruh elemen sepak bola nasional terhadap pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.

“Saya mengharapkan dukungan maksimal dari para pemain, pengurus, dan juga pecinta sepak bola nasional yang mau menghargai proses pembentukan Timnas agar makin kompetitif,” ujarnya Erick dalam keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).

Etho sapaan karib Erick Thohir berujar, visi dan pengalaman Herdman bakal terwujud, asal adanya sinergi dan dukungan penuh dari semua pihak.

Dalam kesempatan itu juga, Etho juga menyampaikan apresiasi atas sambutan positif dari media, pengurus PSSI, dan pecinta sepakbola sejak nama John Herdman pertama kali menguak sebagai kandidat pelatih Timnas.

Momen ini menandai babak baru bagi sepak bola nasional, di mana PSSI kata dia, berkomitmen penuh untuk membawa Timnas ke level yang lebih tinggi.

“Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih seperti John Herdman,” tambahnya.

John Herdman terima tantangan

Sementara itu, John Herdman menyadari besarnya tekanan yang akan menyertai langkahnya menukangi skuad Garuda. Bukannya takut, pelatih asal Inggris tersebut justru memandang tekanan itu sebagai sebuah keistimewaan.

“Tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, lalu Anda juga memikul negara ini,” kata Herdman.

Herdman menambahkan, dirinya juga melihat tekanan tersebut sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi bisa jadi sebuah kutukan, atau memungkinkan juga jadi sebuah anugerah. Namun, itu semua akan sangat tergantung cara melihatnya.

“Sekarang, itu bisa jadi sebuah kutukan atau sebuah anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua,” katanya.

“Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain. Karena saya menikmati momen ini. Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu. Jadi, saya paham akan hal itu,” ujarnya lagi.

Khusus kepada para pemain, Herdman menegaskan akan menanamkan pandangan, tekanan terutama yang datang dari suporter merupakan sebuah anugerah. Menurutnya, tekanan tersebut justru bisa diubah menjadi sumber energi positif di atas lapangan.

“Kami akan mendengar para fans, kami akan menggunakan energi mereka. Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam,” tuturnya.

Visited 6 times, 1 visit(s) today