Gus Yahya: Harlah ke-100 NU Digelar Usai ‘Dinamika Hebat’

Gus Yahya: Harlah ke-100 NU Digelar Usai ‘Dinamika Hebat’

Reyhaanah Medium.jpeg

Sabtu, 31 Januari 2026 – 13:07 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyebut peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU, digelar setelah melewati dinamika internal yang tidak ringan.

Meski begitu, akhirnya seluruh unsur organisasi dapat berkumpul dan merayakannya dalam suasana kebersamaan.

Gus Yahya mulanya mengungkap, peringatan satu abad NU dihadiri oleh perwakilan struktur NU dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan 548 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) hadir dalam acara tersebut.

Ia juga menyinggung rangkaian peristiwa yang mengiringi pelaksanaan Harlah ke-100 NU, baik secara alamiah maupun dinamika organisasi yang terjadi sebelumnya.

“Syukur kepada Allah SWT, setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah hebatnya,” kata Gus Yahya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) yang disambut tepuk tangan warga NU.

Menurut dia, dinamika tersebut justru menjadi bagian dari proses menuju konsolidasi organisasi, hingga NU dapat merayakan satu abad berdirinya dalam satu barisan.

“Hari ini kita rayakan, kita peringati, harlah 100 tahun masehi NU sebagai NU yang satu. Alhamdulillah,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menjelaskan, tema Harlah ke-100 NU telah disepakati oleh Pengurus Besar NU sejak Agustus 2025 dalam rapat gabungan.

“Kenapa mengawal Indonesia Merdeka? Karena visi dan idealisme NU sama dan sebangun dengan visi dan idealisme Proklamasi RI,” jelas Gus Yahya.

Asal tahu saja, ketegangan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya menemui titik terang. Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyatakan kesediaannya menempuh jalur Rapat Pleno untuk menyelesaikan polemik organisasi, termasuk status jabatannya.

Langkah ini diambil setelah munculnya teguran terkait pencantuman nama Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, secara sepihak dalam undangan Peringatan Harlah 100 Tahun NU.

Katib PBNU, KH. Ahmad Tajul Mafakhir (Gus Tajul), mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menyebut kesepakatan tercapai setelah Gus Yahya menghadap langsung Rais Aam pada Rabu sore kemarin.

“Kesediaan itu disampaikan Gus Yahya saat menghadap Rais Aam kemarin sore. Beliau juga bersedia memenuhi syarat dengan terlebih dahulu membuat surat permintaan maaf kepada Rais Aam dan jajaran Syuriyah,” ujar Gus Tajul di Surabaya, Kamis (29/1/2026).

Visited 11 times, 1 visit(s) today