Vokalis The Cure Semprot FIFA soal Halftime Show Final Piala Dunia 2026

Vokalis The Cure Semprot FIFA soal Halftime Show Final Piala Dunia 2026

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 19 Juli 2026 – 22:02 WIB

Vokalis grup musik The Cure, Robert Smith, mengkritik rencana FIFA terkait 'halftime show' pada final Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar dalam sejarah turnamen tersebut. (Foto: Getty Images/FIFA)

Vokalis grup musik The Cure, Robert Smith, mengkritik rencana FIFA terkait ‘halftime show’ pada final Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar dalam sejarah turnamen tersebut. (Foto: Getty Images/FIFA)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Rencana FIFA menggelar pertunjukan jeda babak (halftime show) di laga puncak Piala Dunia 2026 rupanya tidak membuat semua orang senang. Pentolan grup musik legendaris The Cure, Robert Smith, terang-terangan melayangkan kritik pedas terhadap ide anyar yang baru pertama kali digelar dalam sejarah turnamen sepak bola sejagat tersebut.

Mengutip Variety, Minggu (19/7/2026), musisi kawakan ini menyampaikan kritiknya secara terbuka lewat media sosial Instagram. Smith menyatakan dengan tegas bahwa dirinya sama sekali tidak menyetujui konsep pertunjukan hiburan di tengah-tengah laga final yang krusial.

Bukan Serang Musisi, tapi Ide FIFA

Sadar unggahannya bakal memicu reaksi panas di kalangan pencinta musik dan bola, Smith buru-buru meluruskan arah bicaranya pada unggahan berikutnya. Ia menggarisbawahi bahwa kritik tersebut sama sekali bukan ditujukan kepada para musisi besar yang dijadwalkan bakal naik panggung.

Sasaran tembak Smith murni adalah gagasan dari FIFA yang nekat menghadirkan konser musik di jeda pertandingan final Piala Dunia. “Saya berbicara tentang ide adanya halftime show di final Piala Dunia,” tulis Smith di akunnya.

Padahal, panggung hiburan itu sendiri digarap tidak main-main. Dikurasi langsung oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, panggung 11 menit itu dijadwalkan menghadirkan deretan musisi papan atas lintas generasi seperti Madonna, Justin Bieber, Shakira, hingga megabintang K-pop, BTS.

Tabrak Regulasi Waktu Jeda Pemain

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat sesumbar bahwa pertunjukan ini bakal jadi sajian bersejarah yang apik. Lewat perpaduan sepak bola dan musik, Infantino berharap hajatan besar ini mampu meninggalkan warisan berharga yang melampaui riuh pertandingan final itu sendiri.

Namun, di balik ambisi besar FIFA, masalah durasi waktu justru memicu perdebatan sengit di internal. Laporan dari BBC menyebutkan bahwa pertunjukan tersebut diperkirakan bisa memakan waktu hingga 25 menit.

Angka ini jelas menabrak aturan resmi kompetisi, di mana regulasi menetapkan waktu jeda istirahat pemain di kamar ganti tidak boleh melebihi 15 menit. Kendati demikian, pihak penyelenggara proyek tetap optimistis dan menyatakan bahwa keseluruhan penampilan musik di lapangan akan dibatasi ketat sekitar 11 menit saja.

Misi Solidaritas Kemanusiaan untuk Venezuela

Di luar penampilan para musisi pop dunia, panggung final ini sebenarnya juga menyelipkan misi kemanusiaan yang mendalam. Variety melaporkan, pertunjukan megah tersebut akan menghadirkan konduktor ternama Gustavo Dudamel.

Dudamel bakal memimpin langsung para musisi dari New York Philharmonic dan Simón Bolívar Symphony Orchestra of Venezuela. Penampilan simfoni ini dirancang khusus untuk membawakan penghormatan sekaligus solidaritas bagi negara Venezuela yang baru saja diguncang bencana gempa bumi dahsyat.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today