Banjir merendam sejumlah rumah di beberapa titik, antara lain Kampung Cicerewed RW 01 RT 01 sampai RT 05, RW 02, serta RW 06 di Desa Cijayanti. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram akun Metro Bogor).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Hujan deras yang turun di wilayah Kabupaten Bogor, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB menyebabkan Kali Cisarapati meluap.
Luapan air tersebut menggenangi permukiman warga dan Jalan Cijayanti, tepatnya di jalur RI 1 depan Perumahan Sanctuary atau Jembatan Cijayanti.
Banjir ini merendam sejumlah rumah di beberapa titik, antara lain Kampung Cicerewed RW 01 RT 01 sampai RT 05, RW 02, serta RW 06 di Desa Cijayanti.
Berdasarkan video yang beredar, ketinggian air hampir mencapai atap rumah. Air tampak menggenangi seluruh bagian rumah warga.
Adapun, hujan berintensitas tinggi yang melanda kawasan Bogor memicu banjir bandang di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (11/2/2026) sore.
Arus air yang deras bahkan menyeret sebuah mobil yang sedang terparkir di jalan utama menuju perumahan Taman Budaya Sentul.
Rekaman yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kendaraan tersebut terbawa arus. Kaca belakang mobil pecah setelah dihantam batu besar yang ikut terseret banjir. Selain itu, bagian bodi kendaraan juga tampak ringsek akibat benturan.
Video banjir tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @sentul_info. Dalam keterangannya, akun itu menyebut peristiwa terjadi di kawasan Cluster Sentul Green Mountain, Spring Valley Sentul City.
Banjir bandang melanda sejumlah titik, di antaranya Jalan Bali Raya Bojong Koneng, Desa Bojong Koneng, Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Madang, serta Kampung Sawah, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama sehingga mengakibatkan air dari anak kali perumahan membawa material lumpur dan batu,” kata Pranata Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat dikutip, Kamis (12/2/2026).
Hadi Rahmat menjelaskan, sejumlah akses jalan sempat tergenang dan puluhan rumah terdampak mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang.
Secara keseluruhan, tercatat 131 unit rumah mengalami kerusakan.
Ia menambahkan, tim BPBD masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan serta kajian dampak bencana.
Petugas juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian serupa.
“Banjir berangsur surut. Material lumpur di jalan sedang dibersihkan oleh pengembang,” ujarnya.














