Para pemain Everton menjalani jeda laga saat tiga rekan mereka, yakni Abdoulaye Doucouré, Idrissa Gueye, dan Amadou Onana berbuka puasa dalam pertandingan Liga Premier melawan Newcastle pada 2024. (Foto: BBC Sport/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia, Liga Utama Inggris (Premier League), kembali menunjukkan wajah inklusifnya. Seluruh strata liga di Inggris dipastikan tetap menerapkan aturan khusus bagi pemain Muslim yang menjalankan ibadah puasa pada Ramadan 2026 mendatang.
Wasit akan memberikan jeda waktu singkat di tengah pertandingan agar para pemain Muslim dapat membatalkan puasa atau berbuka tepat pada waktunya.
Mekanisme Jeda di Lapangan
Pada Ramadan tahun ini, matahari di Inggris diprediksi terbenam antara pukul 17.00 hingga 19.00 GMT. Dengan jadwal tersebut, laga-laga krusial seperti pertandingan Sabtu pukul 17.30 dan Minggu pukul 16.30 menjadi momen yang paling bersentuhan dengan waktu berbuka.
Sesuai prosedur, kapten kedua tim bersama wasit akan berkoordinasi sebelum laga dimulai. Mereka akan menyepakati kapan jeda alami –seperti saat tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam– bisa diambil untuk memberikan kesempatan pemain berbuka.
Namun, satu hal yang ditegaskan otoritas liga: jeda ini murni untuk keperluan ibadah pemain Muslim. Aturan ini bukan celah bagi pelatih untuk memberikan instruksi strategi atau sekadar istirahat minum bagi seluruh pemain.
Tradisi Sejak 2021
Kebijakan progresif ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2021. Momen bersejarah pertama kali tercipta dalam laga Leicester City kontra Crystal Palace pada April 2021. Saat itu, pertandingan dihentikan sejenak pada menit ke-30 demi memberikan waktu bagi Wesley Fofana dan Cheikhou Kouyate untuk menelan air putih dan gel energi.
Sejumlah bintang papan atas dipastikan akan memanfaatkan regulasi ini. Nama-nama besar seperti Mohamed Salah (Liverpool), William Saliba (Arsenal), Amad Diallo (Manchester United), hingga bek sayap Manchester City, Rayan Ait-Nouri, tetap menjalankan kewajiban puasa di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Dukungan Klub bagi Pemain
Mantan penggawa Everton, Abdoulaye Doucoure, mengakui betapa nyamannya berkarier di Inggris sebagai seorang Muslim. Ia menyebut pihak klub sangat menghormati keyakinan pemain.
“Di Liga Inggris, Anda bebas menjalankan keyakinan. Mereka tidak akan pernah menghalangi, dan itu luar biasa,” ujar Doucoure kepada BBC Sport.
Tak hanya soal jeda pertandingan, dukungan klub juga merambah ke fasilitas latihan. Mantan bintang Liverpool, Sadio Mane, pernah mengungkapkan bahwa manajemen The Reds bahkan bersedia menggeser jadwal latihan demi menjaga kebugaran pemain yang berpuasa. Koki klub pun disiagakan untuk memastikan ketersediaan makanan halal yang sesuai standar nutrisi atlet.














