Diplomat Ikonik Palestina Leila Shahid Tutup Usia di Prancis

Diplomat Ikonik Palestina Leila Shahid Tutup Usia di Prancis

Ikhsan Medium.jpeg

Jumat, 20 Februari 2026 – 03:04 WIB

Leila Shahid, diplomat perempuan pertama Palestina dan mantan Dubes di Prancis, meninggal dunia pada usia 76 tahun. (Foto: Diplomatic Insight)

Leila Shahid, diplomat perempuan pertama Palestina dan mantan Dubes di Prancis, meninggal dunia pada usia 76 tahun. (Foto: Diplomatic Insight)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kabar duka menyelimuti dunia diplomasi internasional. Leila Shahid, sosok perempuan pertama yang menjadi wajah Palestina di kancah global, mengembuskan napas terakhirnya di Prancis pada usia 76 tahun, Rabu (18/2/2026) waktu setempat. Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam sejarah perjuangan panjang kemerdekaan Palestina.

Kabar meninggalnya Shahid dikonfirmasi oleh saudarinya, Zeina, kepada kantor berita AFP, Kamis (19/2/2026). Namun, sebuah awan kelabu menaungi kepergian sang diplomat. Berdasarkan laporan awal dari penyelidikan otoritas setempat di desa La Leque, Prancis Selatan, Shahid diduga meninggal dunia karena bunuh diri.

Penyelidikan resmi pun kini tengah dibuka untuk mendalami motif di balik tragedi tersebut, mengingat ia dilaporkan telah berjuang melawan sakit selama beberapa tahun terakhir.

Sosok Teladan dan Suara Martabat

Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara khusus menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Shahid. Di mata Abbas, Leila Shahid bukan sekadar pejabat, melainkan simbol diplomasi yang berpegang teguh pada nilai keadilan dan perdamaian.

“Beliau adalah sosok teladan yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjadi suara bagi perjuangan Palestina. Tanggung jawab yang ia emban dilaksanakan dengan kemampuan yang luar biasa,” puji Abbas melalui kantor berita WAFA.

Hal senada diungkapkan perwakilan Palestina di Prancis saat ini, Hala Abou-Hassira. Ia menyebut kepergian Shahid sebagai kerugian besar bagi dunia yang percaya pada keadilan. Shahid memang bukan diplomat biasa; ia adalah jembatan yang menghubungkan narasi Palestina dengan nurani dunia Barat, khususnya di Prancis—negara yang akhirnya mengakui kedaulatan Palestina pada September tahun lalu.

Jejak Sang Pelopor Diplomasi

Lahir di Beirut, Lebanon, pada 1949, perjalanan hidup Leila Shahid adalah cerminan perjuangan bangsanya. Ia menempuh pendidikan di Universitas Amerika Beirut (AUB), tempat di mana ia pertama kali bersinggungan dengan sang ikon perlawanan, Yasser Arafat.

Sebelum terjun ke dunia diplomasi formal, Shahid adalah pekerja kemanusiaan yang turun langsung ke kamp-kamp pengungsi Palestina. Karier diplomatiknya yang gemilang dimulai di Irlandia pada 1989, menjadikannya perempuan pertama yang mewakili Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di luar negeri.

Puncak kariernya tercatat saat ia menjabat sebagai Duta Besar Palestina untuk Prancis selama lebih dari satu dekade (1994-2005). Ia adalah tokoh kunci yang membawa angin harapan saat Perjanjian Oslo diteken. Shahid juga dikenal sebagai diplomat progresif yang berani menjalin kontak dengan kelompok-kelompok di Israel yang mendukung perdamaian.

Kini, suara lantang dan bermartabat itu telah tiada. Di tengah situasi Gaza yang masih membara, dunia kehilangan salah satu pendukung perdamaian paling gigih yang pernah dimiliki Palestina.

Visited 3 times, 1 visit(s) today