Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara

Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara

Vonita Medium.jpeg

Jumat, 20 Februari 2026 – 03:25 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto berbicara di Business Summit US–ASEAN, Washington D.C., Rabu (18/2/2026), saat memaparkan program transformasi nasional Indonesia, termasuk digitalisasi pendidikan dengan layar interaktif pintar dan percepatan hilirisasi industri. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto berbicara di Business Summit US–ASEAN, Washington D.C., Rabu (18/2/2026), saat memaparkan program transformasi nasional Indonesia, termasuk digitalisasi pendidikan dengan layar interaktif pintar dan percepatan hilirisasi industri. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan sejumlah program transformasi nasional untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Salah satunya adalah percepatan digitalisasi pendidikan melalui penyediaan layar interaktif pintar bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Business Summit US–ASEAN di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C.,Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, hingga akhir Desember 2025, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 280 ribu layar ke hampir seluruh sekolah.

“Target saya adalah pada akhir masa jabatan saya sebagai Presiden, semua ruang kelas di semua sekolah di Indonesia akan memiliki layar interaktif ini, di mana seluruh silabus sekolah kita terdapat di dalam perangkat lunak tersebut, dan dapat diakses kapan saja,” kata Prabowo, sebagaimana keterangan resmi yang diterima Inilah.com.

Prabowo menjelaskan bahwa digitalisasi ini memungkinkan pembelajaran jarak jauh sehingga sekolah di wilayah terpencil tetap memperoleh akses pendidikan terbaik. Ia menegaskan transformasi ini adalah bagian dari digitalisasi pendidikan Indonesia yang dijalankan secara serius dan terukur.

“Saya sangat terkesan karena dengan sangat cepat anak-anak, orang tua, dan guru semuanya antusias terhadap program ini. Dan ini benar-benar menghangatkan hati saya melihat hasil baik dari program ini,” ujarnya.

Pembentukan Danantara

Selain di bidang pendidikan, Prabowo menyoroti sektor ekonomi. Ia mengungkapkan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengonsolidasikan seluruh aset milik negara. Melalui Danantara, pemerintah mempercepat hilirisasi industri dengan memulai 18 proyek pada tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai USD 3 miliar.

“Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi dan dapat dipandang sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan komitmen Indonesia terhadap keterbukaan, peningkatan infrastruktur dan logistik, penguatan konektivitas rantai pasok, serta transisi energi yang pragmatis.

“Kami akan bergerak dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kapasitas kami. Kami mengejar proyek-proyek yang harus layak secara ekonomi, yang harus dapat dibiayai bank dan mampu memberikan pengembalian jangka panjang,” katanya.

Visited 10 times, 1 visit(s) today