Kenan Yildiz dari Juventus FC dihadang oleh Martin Baturina dari Como 1907 selama pertandingan Serie A antara Juventus FC dan Como 1907 pada 21 Februari 2026 di Turin, Italia. (Foto: Valerio Pennicino/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Juventus mendapat cemooh dari pendukungnya sendiri setelah kalah 0-2 dari Como dalam lanjutan Serie A di Allianz Stadium, Sabtu (21/2/2026) malam waktu setempat. Kekalahan ini mengakhiri rekor 21 laga kandang tanpa kalah Bianconeri sejak Maret 2025.
Suporter sudah menunjukkan ketidakpuasan sejak turun minum saat Juventus tertinggal satu gol. Sorakan keras kembali terdengar setelah Maxence Caqueret mencetak gol kedua Como lewat skema serangan balik. Sejumlah fans bahkan meninggalkan stadion sebelum laga berakhir, sementara yang bertahan meneriakkan seruan agar pemain “menunjukkan keberanian”.
Blunder Beruntun Jadi Titik Balik
Como memanfaatkan kesalahan tuan rumah untuk membuka keunggulan. Berawal dari umpan salah Weston McKennie di lini tengah, Mergim Vojvoda menusuk dan melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Michele Di Gregorio. Gol tersebut menjadi kali ke-13 musim ini Juventus kebobolan dari tembakan pertama lawan.
Tim asuhan Cesc Fabregas menggandakan keunggulan melalui Caqueret. Serangan balik cepat dari situasi sepak pojok Juventus diakhiri dengan penyelesaian jarak dekat yang menaklukkan Di Gregorio.
Juventus sempat mengancam melalui sundulan Teun Koopmeiners dan sepakan bebas yang membentur tiang pada menit ke-84. Namun peluang tersebut tidak cukup untuk mengubah keadaan.
Krisis Performa dan Jadwal Berat
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Juventus yang kini menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi. Dalam tiga laga liga terakhir, mereka hanya meraih satu poin.
Situasi semakin sulit karena Juventus akan menjamu Galatasaray pada leg kedua playoff Liga Champions setelah kalah 2-5 di Turki. Setelah itu, mereka bertandang ke markas Roma di Olimpico. Tambahan masalah muncul dengan absennya Manuel Locatelli akibat akumulasi kartu.
Sementara itu, kemenangan membawa Como mendekati zona Eropa. Tim promosi tersebut kini hanya terpaut satu poin dari peringkat kelima, mempertegas musim impresif mereka di bawah arahan Fabregas.














