Frustrasi Diperas Aturan Pajak RI, CEO Toge Productions Kris Antoni Ancam Pindah Negara

Frustrasi Diperas Aturan Pajak RI, CEO Toge Productions Kris Antoni Ancam Pindah Negara

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 25 Februari 2026 – 20:34 WIB

Kris Antoni, CEO dari studio pengembang gim lokal ternama Toge Productions. (Foto: TG Game)

Kris Antoni, CEO dari studio pengembang gim lokal ternama Toge Productions. (Foto: TG Game)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kris Antoni, CEO dari studio pengembang gim lokal ternama Toge Productions, menyatakan niatnya untuk memindahkan operasional perusahaan ke luar negeri. Ancaman hengkang ini dipicu oleh kekecewaannya terhadap otoritas pajak yang dinilai menagih kekurangan bayar dengan aturan yang sewenang-wenang terkait pembebanan biaya pengembangan gim.

Melalui akun X pribadinya pada Rabu (25/2/2026), Kris meluapkan rasa frustrasinya setelah 17 tahun berkecimpung membangun industri gim nasional.

“Habis ditodong sama orang pajak dengan aturan yang dibuat-buat membuat saya semakin yakin untuk mulai memindahkan Toge Productions ke negara lain,” tulis Kris di akun @kerissakti. “Saya sudah berusaha memajukan industri gim Indonesia selama 17 tahun, tapi sepertinya harapan saya sudah pupus.”

Akar permasalahan ini bermula ketika pihak studio tiba-tiba ditagih pajak kurang bayar dengan dalih bahwa biaya gaji karyawan selama masa pembuatan gim (development) wajib diamortisasi. 

Padahal, menurut Kris, Toge Productions tidak pernah melakukan atau memenuhi syarat akuntansi untuk mengajukan kapitalisasi biaya pengembangan tersebut. Ia pun secara terbuka mengimbau pengembang gim lain agar waspada terhadap interpretasi sepihak tersebut.

Sebagai informasi, amortisasi biaya pengembangan adalah praktik akuntansi di mana perusahaan mengapitalisasi biaya pembuatan perangkat lunak dan menyebarkannya sebagai beban secara bertahap sepanjang masa pakai produk. Jika aturan ini dipaksakan secara surut tanpa dokumentasi yang jelas, pengembang lokal yang umumnya beroperasi dengan margin keuntungan tipis akan terancam tagihan pajak masif dari pendapatan tahun-tahun sebelumnya.

Ancaman mundurnya Toge Productions menjadi sinyal bahaya bagi ekosistem kreatif Tanah Air. 

Didirikan pada 2009, Toge merupakan salah satu pilar industri gim Indonesia yang diakui secara global melalui karya-karya hit seperti Coffee Talk dan A Space for the Unbound. Selain sebagai pengembang, Toge juga aktif mendanai studio independen lain di Asia Tenggara melalui program Toge Game Fund Initiative (TGFI).

Kejadian ini semakin menyoroti ironi industri gim lokal. Berdasarkan data Asosiasi Game Indonesia (AGI), pengembang lokal saat ini hanya menguasai 2,5 persen pangsa pasar domestik, sementara 97,5 persen sisanya dikuasai gim asing. Di tengah minimnya dukungan finansial dan ketatnya persaingan, pelaku industri kreatif kini justru dihadapkan pada ketidakpastian hukum dari birokrasi di negeri sendiri.

Visited 5 times, 1 visit(s) today