105 Ribu Pikap Impor dari India, GAIKINDO Ingatkan Efek Domino Ancaman PHK Otomotif RI

105 Ribu Pikap Impor dari India, GAIKINDO Ingatkan Efek Domino Ancaman PHK Otomotif RI

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 26 Februari 2026 – 21:00 WIB

Pick up Tata Motor. (Foto: Tata Motor)

Pick up Tata Motor. (Foto: Tata Motor)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gelombang penolakan terhadap rencana impor 105.000 unit mobil pikap dan truk ringan dari India untuk proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus membesar. Kali ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) turun gunung dan meminta pemerintah menunda rencana tersebut demi menyelamatkan ekosistem otomotif dalam negeri.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa pabrikan lokal sangat mampu memenuhi kebutuhan armada Koperasi Merah Putih. Ia membeberkan fakta bahwa saat ini kapasitas produksi pabrik otomotif di Indonesia masih memiliki ruang kosong yang sangat besar.

“Kapasitas (produksi) kita itu 2,59 juta unit per tahun, dan produksi kita baru di angka 1,3 juta. Artinya, kita mempunyai kapasitas yang masih bisa digunakan. Paling tidak sangat berharap kita sama-sama memajukan industri otomotif ini, karena efeknya luas sekali,” ujar Putu dikutip dari Antara, Kamis (26/2).

Putu-Juli-Ardika-1200x737.jpeg

Ancaman PHK dan Momentum Ramadan

Di tengah tekanan ekonomi dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor manufaktur, Putu menilai pemesanan kendaraan dari dalam negeri akan menjadi penyambung nyawa bagi industri dan ribuan pekerjanya. Terlebih, momentum saat ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

“Kalau ini didorong (pesan di dalam negeri), dampaknya pasti akan sangat luar biasa. Kalau industri ini berkembang, lapangan pekerjaan bisa kita pertahankan, investasi juga bakal semakin berkembang. Kami terus berdoa, apalagi di bulan Ramadan ini,” tambah Putu.

Potensi Perputaran Uang Rp27 Triliun Menguap?

Senada dengan GAIKINDO, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya telah membeberkan hitung-hitungan ekonomi yang akan hilang jika proyek ini memaksakan impor.

Menurut Agus, jika kebutuhan minimal 70 ribu armada pikap dipenuhi dari pabrik lokal, negara akan mendapatkan efek ekonomi ganda (backward linkage) hingga Rp27 triliun. Angka raksasa ini tidak hanya dinikmati pabrikan mobil, tetapi juga akan menghidupkan rantai pasok pendukungnya (Tier 2 dan 3).

Satu unit pikap buatan lokal akan menggerakkan puluhan sektor industri lain, mulai dari industri ban, kaca, baterai/aki, logam, kulit, plastik, kabel, hingga elektronik.

Pemerintah juga menepis keraguan soal kualitas. Kendaraan niaga ringan (pikap 4×2) buatan Indonesia dinilai sudah teruji tangguh dan sesuai dengan ragam infrastruktur jalan di seluruh pelosok Nusantara, menjadikannya jauh lebih relevan ketimbang produk impor (CBU) dari India.

Visited 3 times, 1 visit(s) today