Kolaborasi ‘Open Access’ Infrastruktur Fiber Optik Ditargetkan Sasar 7 Juta Rumah Tangga

Kolaborasi ‘Open Access’ Infrastruktur Fiber Optik Ditargetkan Sasar 7 Juta Rumah Tangga

Ibnu Medium.jpeg

Sabtu, 28 Februari 2026 – 14:28 WIB

Ade Tjendra, CEO JLM Group. (Foto: JLM)

Ade Tjendra, CEO JLM Group. (Foto: JLM)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bnetfit, perusahaan penyedia layanan internet yang telah beroperasi sejak 2018, resmi mengumumkan transformasi bisnis berskala besar sekaligus peluncuran identitas visual baru. 

Melalui acara “Bnetfit Media Connect: Iftar Gathering 2026” di ARTOTEL Thamrin, Jakarta, Jumat (27/2/2026), perusahaan menegaskan visinya untuk berevolusi dari sekadar penyedia konektivitas menjadi National ICT Champion.

​Perubahan arah strategis ini dipimpin oleh jajaran manajemen dengan formasi baru, yakni Victor Irianto yang kini mengemban tugas sebagai Komisaris, Ade Tjendra sebagai CEO, dan Galuh Kusumah sebagai GM Business Development.

​“Kami tidak hanya ingin menjadi penyedia internet. Kami ingin menjadi pilar bagi perkembangan dunia digital Indonesia. Melalui infrastruktur yang scalable, secure, dan reliable, kami membangun masa depan konektivitas dan ekosistem digital yang mampu menopang transformasi digital pemerintah, industri, hingga generasi masa depan,” ujar CEO Bnetfit, Ade Tjendra.

​Sejalan dengan visi tersebut, Bnetfit memperluas fokus bisnisnya melampaui koneksi internet dasar dengan menghadirkan ekosistem digital komprehensif, yang mencakup:

​Automation & AI: Sistem cerdas untuk efisiensi operasional.

​Cloud: Layanan penyimpanan dan pemrosesan data yang scalable.

​Security: Perlindungan infrastruktur jaringan dari ancaman siber.

​Data Center: Infrastruktur andal untuk pengolahan data terpusat.

​IoT (Internet of Things): Dukungan perangkat terhubung untuk smart city dan industri modern.

​Konektivitas Regional: Penguatan jalur koridor digital Indonesia–Singapura dan ASEAN.

​Komisaris Bnetfit, Victor Irianto, menekankan bahwa transformasi ini adalah langkah adaptif terhadap percepatan teknologi. “Kami ingin memastikan Bnetfit berada di garis terdepan dalam membangun ekosistem teknologi digital yang mampu mendukung otomatisasi industri, seperti adopsi AI dan pertumbuhan ekosistem cloud,” jelasnya.

​Dukungan Infrastruktur dan Kolaborasi Strategis

​Untuk menopang ambisi besar ini, Bnetfit menerapkan teknologi modern Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) asal Amerika. Teknologi ini mampu mendongkrak kapasitas jaringan fiber optik secara drastis dengan kecepatan 100 Gbps, 400 Gbps, hingga 800 Gbps per channel tanpa perlu membangun jaringan kabel baru.

​Dari sisi infrastruktur regional, Bnetfit didukung oleh sistem kabel bawah laut SEA Cable Exchange-1 (SeaX-1) & Super Sistem Batam–Singapura (SSBS) yang menghubungkan Malaysia, Singapura, dan Indonesia. 

Sementara untuk domestik, jaringan akan ditopang oleh sistem kabel laut BTI-1 sepanjang 4.500 km yang membentang dari Batam, Jakarta, Manado, hingga Balikpapan.

​Tidak hanya mengandalkan infrastruktur mandiri, Bnetfit juga menjalin kolaborasi open access dengan PT Linknet Tbk dan Asianet. Langkah ini memungkinkan Bnetfit untuk memaksimalkan lebih dari 7 juta homepass di seluruh Indonesia, menjangkau pasar yang jauh lebih luas.

​Transformasi menyeluruh ini disimbolkan melalui peluncuran logo baru berbentuk kurva huruf “B” yang menyerupai sayap kupu-kupu dan elemen infinity line. 

Perpaduan warna biru dan hijau pada logo mempresentasikan kepercayaan, stabilitas, keberlanjutan, dan komitmen Bnetfit terhadap Connected Living, Shared Growth, dan Infinity Support.

Visited 5 times, 1 visit(s) today