Ditopang Transaksi Digital, Cuan Bank Pelat Merah Ini Moncer Rp8,9 Triliun di Awal Tahun

Ditopang Transaksi Digital, Cuan Bank Pelat Merah Ini Moncer Rp8,9 Triliun di Awal Tahun

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 11 Maret 2026 – 00:14 WIB

Bank Mandiri konsisten menorehkan kinerja mentereng di awal tahun. (Foto: Dok. Bank Mandiri).

Bank Mandiri konsisten menorehkan kinerja mentereng di awal tahun. (Foto: Dok. Bank Mandiri).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bank pelat merah ini, mampu menorehkan kinerja bisnis yang mumpuni di awal 2026, seiring meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat dan penguatan layanan digital perseroan.

Hingga Februari 2026, Bank Mandiri yang berlogo pita emas itu, mencatatkan pertumbuhan bisnis yang tetap sehat, ditopang oleh penguatan fungsi intermediasi, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, serta akselerasi digitalisasi layanan keuangan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini mengatakan, peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.

“Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi,” ujar Novita, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Moncernya kinerja bank bersandi emiten BMRI ini, tercermin dari penyaluran kredit mencapai Rp1.513,1 triliun, atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan ini diikuti penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.644,8 triliun, atau melejit 16,3 persen (yoy), mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap layanan Bank Mandiri.

Hingga Februari 2026, kata Novita, volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dengan total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun, atau tumbuh sekitar 28% secara tahunan (yoy).

Peningkatan ini didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian produk dan layanan digital, hingga transfer dana antar individu maupun pelaku usaha.

Selain itu, meningkatnya penggunaan transaksi pembayaran di berbagai merchant dan pelaku usaha, termasuk UMKM, juga turut memperkuat peran layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta memperluas akses transaksi yang lebih praktis, cepat, dan inklusif.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital tersebut, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang berasal dari berbagai layanan pembayaran, transfer, serta transaksi digital lainnya.

“Hal ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dari berbagai platform digital Bank Mandiri, termasuk Livin’ by Mandiri sebesar Rp625 miliar yang meningkat 45,3 persen secara tahunan, serta platform wholesale Kopra by Mandiri sebesar Rp421 miliar yang tumbuh 29,3 persen (yoy), seiring dengan semakin tingginya volume transaksi nasabah di kanal digital perseroan,” bebernya.

Di sisi lain, kinerja intermediasi Bank Mandiri juga tetap terjaga yang tercermin dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp13,7 triliun, atau tumbuh 9,16 persen (yoy).

“Kinerja tersebut didukung oleh penyaluran kredit yang tetap terjaga, serta semakin aktifnya transaksi nasabah melalui berbagai kanal layanan digital Bank Mandiri, khususnya Livin’ by Mandiri,” kata Novita.

Dari sisi kualitas aset, kinerja Bank Mandiri tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) yang berada di level 0,98 persen, disertai coverage ratio yang kuat sebesar 246,5 persen. Kinerja tersebut mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten dilakukan perseroan.

Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis guna mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif perseroan. Langkah ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi nasional,” pungkas Novita.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 9 times, 1 visit(s) today