Sindiran Keras Iran ke Trump soal Piala Dunia 2026

Sindiran Keras Iran ke Trump soal Piala Dunia 2026

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 13 Maret 2026 – 09:06 WIB

Iran Balas Pernyataan Trump soal Piala Dunia 2026. (Foto: Clucthpoint)

Iran Balas Pernyataan Trump soal Piala Dunia 2026. (Foto: Clucthpoint)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tim nasional Iran memberikan tanggapan terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait partisipasi mereka di Piala Dunia FIFA 2026. Dalam respons yang disampaikan melalui media sosial pada Jumat (13/3), Iran mempertanyakan jaminan keamanan dari negara tuan rumah turnamen tersebut.

Sebelumnya, Trump menyarankan agar tim nasional Iran tidak datang ke Piala Dunia 2026 meskipun mereka secara resmi dipersilakan untuk berpartisipasi. Ia menyebut faktor keamanan sebagai alasan utama di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari tim nasional Iran. Melalui unggahan di Instagram, mereka menyatakan bahwa tidak ada individu atau negara yang memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang boleh tampil di Piala Dunia.

Dalam pernyataan resminya, Iran menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia berada di bawah otoritas FIFA sebagai badan sepak bola internasional. Oleh karena itu, partisipasi negara peserta tidak dapat dipengaruhi oleh pernyataan politik dari pihak tertentu.

Iran juga menegaskan bahwa mereka telah memastikan tiket ke putaran final melalui proses kualifikasi resmi. Dengan demikian, hak untuk tampil di turnamen tersebut tidak dapat diperdebatkan.

Pernyataan tersebut juga menyindir kemungkinan bahwa justru negara tuan rumah yang patut dipertanyakan jika tidak mampu menjamin keamanan seluruh peserta. Sindiran ini muncul setelah Trump menyinggung potensi risiko keselamatan bagi tim Iran apabila datang ke Amerika Serikat.

Kontroversi mengenai keikutsertaan Iran menjadi salah satu isu yang mencuat menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dan akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memicu kekhawatiran terkait keamanan turnamen. Situasi tersebut membuat isu politik kembali bersinggungan dengan dunia olahraga, terutama menjelang ajang sepak bola terbesar yang akan diikuti oleh 48 negara dari berbagai konfederasi.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 5 times, 1 visit(s) today