Sejarah Pecah di Brasil! Veda Sabet Podium Perdana Moto3, Bukti Paten Ekosistem Mandalika

Sejarah Pecah di Brasil! Veda Sabet Podium Perdana Moto3, Bukti Paten Ekosistem Mandalika

Ikhsan Medium.jpeg

Rabu, 25 Maret 2026 – 11:51 WIB

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan sejarah dengan finis di posisi ketiga pada seri Moto3 Brasil 2026 di Autodromo Internacional de Goiania, Ayrton Senna, Minggu (22/3/2026). (Foto: Instagram/@veda_54)

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan sejarah dengan finis di posisi ketiga pada seri Moto3 Brasil 2026 di Autodromo Internacional de Goiania, Ayrton Senna, Minggu (22/3/2026). (Foto: Instagram/@veda_54)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bendera Merah Putih akhirnya berkibar gagah di podium kelas Moto3 Grand Prix. Adalah pebalap muda berbakat, Veda Ega Pratama, yang sukses memahat sejarah baru bagi dunia otomotif Tanah Air. 

Dalam balapan dramatis yang berlangsung di Autodromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna, Brasil, akhir pekan lalu, Veda berhasil merangsek ke posisi ketiga, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa talenta Indonesia bukan lagi sekadar pelengkap di panggung balap dunia.

Podium ini bukan datang dari keberuntungan semata. Ini adalah buah dari determinasi baja, strategi dingin di lintasan, dan keberanian melakukan manuver krusial di saat-saat paling menentukan.

Drama Bendera Merah dan Sprint Lima Lap

Veda mengawali balapan dari posisi keempat, sebuah modal yang cukup kuat. Namun, jalannya lomba jauh dari kata mulus. Insiden kecelakaan yang melibatkan pembalap Scott Ogden memaksa Race Director mengibarkan bendera merah (red flag). Balapan dihentikan sejenak untuk pembersihan lintasan dan evakuasi.

Sesuai regulasi, balapan harus diulang (restart) dengan durasi yang sangat singkat, yakni hanya lima lap tersisa. Dalam format ‘sprint’ seperti ini, tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun. Tekanan mental berada di titik tertinggi.

Sial bagi Veda, saat restart ia justru sempat melorot hingga ke posisi ke-10. Di sinilah kualitas mentalnya diuji. Alih-alih panik, Veda perlahan namun pasti mulai melakukan comeback fantastis. 

Memasuki dua lap terakhir, ia sudah menempel barisan depan di posisi keempat dan terus memberikan tekanan tanpa henti kepada Alvaro Carpe. Di lap penentuan, lewat manuver tajam yang sangat presisi, Veda berhasil merebut posisi ketiga hingga garis finis.

Veda Ega: “Ini Pencapaian Terbesar Saya”

Usai melewati garis finis, emosi haru tak bisa disembunyikan dari wajah pembalap asuhan Astra Honda ini. Ia mengakui balapan kali ini sangat menguras fisik dan strategi, terutama terkait manajemen ban.

“Hari ini saya menjalani balapan dengan baik. Sebelum bendera merah dikibarkan, saya sejujurnya mengalami sedikit kesulitan untuk menjaga daya cengkeram ban belakang. Namun, setelah restart, saya mencoba habis-habisan. Akhirnya saya bisa finis di tiga besar dalam balapan kedua saya di Moto3. Ini merupakan pencapaian terbesar saya sejauh ini,” ujar Veda dengan nada bangga.

Ia juga tak lupa mendedikasikan trofi ini untuk publik di Tanah Air. ”Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, dan keluarga saya. Ini luar biasa,” tambahnya.

post-cover

Buah Manis Ekosistem Balap Mandalika

Prestasi gemilang Veda tidak turun begitu saja dari langit. Jauh sebelum menaklukkan aspal Brasil, Veda telah digembleng melalui latihan intensif di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. Sirkuit kebanggaan Indonesia ini terbukti menjadi ‘kawah candradimuka’ yang efektif membentuk kemampuan teknis dan mentalitas juara para pembalap muda.

Keberhasilan Veda ini pun menuai apresiasi tinggi dari para pemangku kepentingan. Direktur Utama InJourney Holding, Maya Watono, menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang mengharumkan nama bangsa tersebut.

“InJourney berkomitmen menjadi bagian dari support system yang terus mendorong pembalap lokal agar bisa berbicara banyak di level global. Veda adalah bukti nyata bahwa kita bisa bersaing,” tegas Maya.

Senada dengan hal tersebut, Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai hasil ini merupakan validasi atas pembangunan kawasan The Mandalika. “The Mandalika bukan sekadar sirkuit, tapi ekosistem sportainment yang mampu melahirkan talenta motorsport kelas dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menekankan pentingnya pembinaan yang konsisten. Menurutnya, Veda adalah contoh konkret bagaimana jalur pembinaan yang tepat dapat mengangkat martabat Indonesia di mata internasional.

Menatap Seri Amerika Serikat

Podium di Brasil kini menjadi modal moral yang tak ternilai bagi Veda Ega Pratama. Tantangan berikutnya sudah menanti di seri Amerika Serikat. Dengan performa yang terus menanjak, ekspektasi publik tentu semakin besar. 

Namun, kisah Veda telah memberikan pesan kuat kepada seluruh anak bangsa: dengan dukungan ekosistem yang tepat dan kemauan keras, naik ke podium tertinggi dunia bukanlah sekadar mimpi di siang bolong.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 5 times, 1 visit(s) today