Jauh-jauh ke California, Influencer China Blak-blakan Akui Tesla FSD Ungguli Huawei

Jauh-jauh ke California, Influencer China Blak-blakan Akui Tesla FSD Ungguli Huawei

Persaingan teknologi kemudi otonom (autonomous driving) antara Amerika Serikat dan China semakin memanas. Penasaran dengan klaim kehebatan teknologi Elon Musk, seorang influencer otomotif asal China, Li Chi, nekat terbang sejauh 25.000 kilometer ke California, AS, demi menguji langsung fitur Full Self-Driving (FSD) milik Tesla.

Langkah ini bukan sekadar perjalanan wisata atau pelesiran yang disponsori pabrikan. Melansir unggahan dari akun media sosial X @ray4tesla, Rabu (1/4/2026), misi Li Chi sangat jelas dan independen: menjajal Tesla FSD di jalanan nyata dan membandingkannya secara head-to-head dengan sistem smart driving andalan pabrikan senegaranya, Huawei.

“Saya melewati separuh bola bumi hanya untuk merasakan langsung sistem kemudi pintar Tesla dan membandingkannya dengan milik Huawei. Kesimpulannya, dalam kondisi cuaca dan jalan normal, sistem perutean berbasis visi (vision-based) Tesla adalah kelas wahid,” ungkap Li Chi dalam laporannya.

Manuver Cerdas dan Bebas Ragu

Dalam pengujian independen tersebut, Li Chi menemukan sejumlah skenario di mana teknologi Tesla berhasil mengungguli sistem pintar milik Huawei. Salah satu yang paling membuatnya terkesan adalah kemampuan manuver FSD saat menghadapi rintangan tak terduga.

“Misalnya, saat mengaktifkan kemudi pintar, Tesla bisa mundur untuk menghindari kendaraan yang parkir di sebelah kiri, lalu bermanuver memutarinya dan kembali bergabung ke jalan di depan. Ini sangat mengesankan,” jelas Li Chi.

Selain itu, kecerdasan buatan (AI) pada Tesla FSD dinilai memiliki kemampuan pemilihan rute tingkat atas (top-tier). Sistem ini tidak kaku mengikuti jalan utama, melainkan mampu mengambil jalan pintas melewati jalanan perumahan. Akselerasi mobil pun dieksekusi dengan tegas, mulus, dan sama sekali tanpa keraguan layaknya pengemudi manusia berpengalaman.

Siap Tinggalkan Setir Fisik

Berdasarkan pengujian tersebut, Li Chi menyimpulkan bahwa evolusi Tesla FSD bergerak dengan sangat cepat. Ia bahkan menggarisbawahi bahwa menanggalkan lingkar kemudi (setir) secara fisik dari dalam kabin Tesla saat ini sudah bukan lagi sebuah hambatan berarti.

Keberanian Li Chi melakukan validasi kompetitif ini menegaskan sebuah realitas baru di industri otomotif global: Tesla FSD kini telah menjadi standar referensi dunia (global benchmark) yang wajib dirasakan langsung oleh para pengamat otomotif sebelum mereka memberikan penilaian, terutama di tengah klaim superioritas dari para rival domestik di China.

Dorong Regulasi FSD di Negeri Tirai Bambu

Puas dengan performa sistem otonom tersebut, Li Chi mendesak agar pemerintah China segera membuka pintu regulasi bagi Tesla FSD untuk beroperasi penuh di pasar domestik.

Menurutnya, langkah ini sangat krusial untuk mempercepat adopsi teknologi otonom Level 3 (L3) di China. Kehadiran Tesla secara langsung dinilai akan melecut semangat kompetisi yang sehat dan memaksa pabrikan lokal seperti Huawei untuk terus berinovasi tanpa henti.

Visited 11 times, 1 visit(s) today