Usai Jokowi, Kini Giliran Prabowo yang Kena Prank Canggihnya AI

Usai Jokowi, Kini Giliran Prabowo yang Kena Prank Canggihnya AI

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 8 April 2026 – 21:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: Antara)

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan pengalaman uniknya menjadi korban manipulasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) jenis deepfake. Alih-alih meradang, Prabowo justru menanggapi fenomena tersebut dengan kelakar santai di hadapan para menterinya.

Dalam Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah yang digelar di Jakarta, Rabu (8/4/2026), Prabowo menceritakan bagaimana wajah dan suaranya direkayasa menggunakan AI hingga terdengar sangat merdu saat bernyanyi di platform YouTube.

“Saya ini suara saya jelek, saya enggak bisa nyanyi. Ada di YouTube, Prabowo nyanyi, suaranya bagus banget. Saya aja kaget, boleh juga nih. Kalau menguntungkan boleh, kalau enggak menguntungkan bagaimana,” seloroh Prabowo yang sontak memicu gelak tawa para menteri dan pejabat pemerintahan yang hadir.

‘Fasih’ Berbahasa Arab dan Mandarin 

Lebih jauh, Prabowo juga membeberkan adanya video deepfake yang menampilkan dirinya tengah berpidato dengan sangat fasih menggunakan bahasa Mandarin dan Arab. Padahal, ia secara terbuka mengakui tidak menguasai kedua bahasa asing tersebut.

Menariknya, Prabowo berseloroh bahwa video manipulasi digital tersebut sengaja tidak ia bantah saat masa kampanye lalu karena dirasa membawa dampak positif secara elektoral di wilayah-wilayah tertentu.

“Karena waktu itu kampanye, saya kira kalau di daerah-daerah tapal kuda, ini mungkin menguntungkan. Jadi saya diam juga, kalau menguntungkan kita diam,” candanya.

Peringatan Bahaya Manipulasi Digital 

Di balik nada bicaranya yang penuh canda, Prabowo memberikan penekanan serius bahwa fenomena ini adalah bukti nyata betapa canggih dan berbahayanya teknologi AI saat ini jika disalahgunakan.

Teknologi deepfake sendiri bekerja menggunakan metode deep learning yang dilatih dengan mahadata (big data) untuk meniru wajah, suara, hingga gerak-gerik seseorang secara presisi. Lewat teknologi ini, seseorang bisa “dibuat” seolah-olah mengatakan atau melakukan hal yang sebenarnya fiktif.

Kasus manipulasi digital terhadap kepala negara ini bukanlah preseden pertama di Tanah Air. Sebelum Prabowo, Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga sempat menjadi sasaran penyalahgunaan teknologi deepfake yang beredar luas di media sosial.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 10 times, 1 visit(s) today