Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari. (Foto: Inilah.com/Vonita)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyebut tantangan utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini adalah aspek teknokrasi.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Dalam paparannya, Qodari menegaskan pentingnya kemampuan teknokratis dalam merancang hingga mengeksekusi kebijakan pemerintah.
“Memang tantangan dalam pemerintahan Pak Prabowo sekarang ini, kalo kita bicara produk adalah tantangan teknokrasi. bagaimana bisa mengantisipasi masalah dari awal kemudian membuat perencanaan yang baik. dan menyelesaikan masalah-masalah teknis yang dihadapii di lapangan. jadi tantangannya adalah teknokrasi,” kata Qodari.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menekankan pentingnya penempatan sumber daya manusia yang tepat dalam menjalankan program-program pemerintah.
“Ini sebenarnya dari awal ya saya kira pak kepala bicara aja dengan pak presiden. Kalau kita problem kita teknokrasi, cari orang yang teknokrat-teknokrat yang mampu untuk melaksanakan program-program itu. program kebijakan presiden ini, jangan sampai orang yang tidak mempunyai kemampuan teknokrasi kemudian ditempatkan di kebijakan-kebijakan program-program yang membutuhkan kemampuan teknokrasi yang tinggi,” kata Hugo.
Ia juga menyinggung contoh konkret di daerah pemilihannya terkait isu energi panas bumi (geothermal) yang memicu perdebatan publik akibat kurangnya pemahaman teknis.
“Banyak orang yg bicara soal geothermal ini tidak ngerti barang itu gimana. Jadi akhirnya asal tolak ada yang asal tolak, saling ya pro kontra yang tidak produktif juga gitu,” ujarnya.
Hugo menilai, persoalan tersebut muncul karena minimnya peran teknokrat dalam memberikan penjelasan berbasis keilmuan kepada masyarakat.
“Sementara menurut saya, ini suatu hal yg seharusnya penting menjadi kebijakan. karena bukan teknokrat yg bicara di situ, nah ini saya kira hal-hal seperti ini KSP, yang tadi Pak Frederik singgung mata dan telinganya presiden ya. mata dan telinga presiden yang bisa menjadi penyambung untuk mengatasi bottleneck seperti yang tadi disampaikan,” ucapnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













