Sepak bola Asia Tenggara resmi memasuki era baru. FIFA dan ASEAN Football Federations telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus mengonfirmasi format turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di sela-sela Kongres FIFA ke-76 yang berlangsung di Vancouver, Kanada.
Dan kabar gembira datang untuk Tanah Air. Indonesia ditetapkan sebagai tuan rumah Divisi 1 — sebuah kepercayaan besar dari FIFA yang sekaligus menjadi bukti meningkatnya kapasitas penyelenggaraan turnamen internasional di negeri ini.
Format Dua Divisi: Inovasi yang Bikin Penasaran
Format yang dipilih FIFA dan ASEAN Football Federations sangat menarik dan unik. Turnamen perdana ini akan menggunakan sistem dua divisi:
- Divisi 1 — Tuan rumah: Indonesia
- Divisi 2 — Tuan rumah: Hong Kong
Pendekatan dua divisi ini menyerupai sistem promosi-degradasi yang lazim digunakan di liga-liga top Eropa. Format ini memberi peluang kompetitif yang lebih merata, sekaligus menjaga gengsi dan ketegangan di setiap level.
Yang menarik, masuknya Hong Kong sebagai tuan rumah Divisi 2 menunjukkan bahwa cakupan turnamen ini melampaui geografi tradisional ASEAN. Sebuah ekspansi yang berpotensi membawa angin segar bagi sepak bola di kawasan yang lebih luas — Asia Timur dan Tenggara dalam satu wadah resmi.
Pengumuman Resmi dari Mulut Infantino
Pengumuman resmi mengenai format dan tuan rumah ini akan disampaikan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dalam waktu dekat.
Menjadikan turnamen ini bukan sekadar wacana lokal, melainkan agenda yang punya endorsement langsung dari otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Pemilihan momentum di Kongres FIFA ke-76 juga menggambarkan signifikansi proyek ini di mata FIFA.
Di tengah berbagai agenda besar Kongres seperti perubahan aturan kartu kuning Piala Dunia dan tambahan hadiah turnamen, FIFA ASEAN Cup tetap mendapat sorotan istimewa.
Indonesia Naik Kelas dalam Penyelenggaraan Turnamen
Bagi Indonesia, penunjukan ini memiliki makna strategis berlapis. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuktikan diri sebagai tuan rumah turnamen-turnamen besar — Piala Dunia U-17 2023, kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, hingga sederet uji coba internasional yang sukses.
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Stadion Manahan Solo, Stadion Si Jalak Harupat, hingga sederet venue lain telah teruji menjadi panggung sepak bola kelas dunia.
Infrastruktur perhotelan, transportasi, dan keramahan suporter yang membanjir di setiap turnamen menjadi nilai jual yang membuat FIFA percaya menempatkan Divisi 1 di tangan Garuda.
Lebih dari itu, ini juga akan menjadi panggung promosi tak ternilai untuk pariwisata dan sepak bola Indonesia.
Dengan tim-tim ASEAN top seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura kemungkinan besar bergabung, animo suporter dipastikan menggebu-gebu.
Hong Kong sebagai Pintu Gerbang Asia Timur
Pemilihan Hong Kong sebagai tuan rumah Divisi 2 sama menariknya. Kota ini memiliki sejarah panjang sepak bola yang lebih dari seabad, dengan stadion bertaraf internasional seperti Hong Kong Stadium dan Mong Kok Stadium yang siap dipakai.
Lebih penting lagi, posisi geografis Hong Kong sebagai hub finansial dan transportasi Asia menjadikannya tuan rumah yang ideal untuk Divisi 2 yang mungkin akan mengundang tim-tim dari Asia Timur dan kawasan kepulauan Pasifik.













