Cristiano Ronaldo kembali menulis sejarah personal yang spektakuler. Mesin gol berusia 41 tahun itu mencetak gol ke-100-nya di Liga Pro Saudi (SPL) saat Al Nassr menundukkan Al Shabab 4-2, Kamis (7/5/2026) waktu setempat. Sebuah pencapaian fenomenal yang sekaligus mendekatkan klubnya pada gelar juara liga.
Bintang Portugal itu menyumbang gol ke-971 dalam total karier sepanjang hidupnya — sekaligus menjadi gol ke-26 di Liga Pro Saudi musim ini, dan ke-127 secara total untuk Al Nassr di seluruh kompetisi sejak bergabung pada Januari 2023.
João Félix Borong Hattrick, Tampil Brilian
Meski sorotan utama tertuju pada Ronaldo, sebenarnya yang menjadi pahlawan utama malam itu adalah João Félix. Eks bintang Atletico Madrid, Chelsea, dan Barcelona itu mencetak hattrick di kemenangan Al Nassr.
Félix membawa Al Nassr unggul dua gol dalam 10 menit pertama dengan dua gol cepat yang menggetarkan gawang Al Shabab. Sebuah pembukaan yang mematikan, menunjukkan kelas pemain muda asal Portugal yang akhirnya menemukan rumah ideal di Riyadh setelah perjalanan transit di sejumlah klub Eropa.
Yannick Carrasco kemudian memperkecil ketertinggalan Al Shabab di babak pertama, mengubah skor menjadi 2-1 saat jeda istirahat.
Sundulan Klasik Ronaldo Lewat Assist Mané
Drama gol ke-100 Ronaldo di Liga Saudi terjadi di menit-menit krusial. Dengan 15 menit tersisa, sang legenda hidup itu menyambut umpan silang Sadio Mané dari sisi sayap. Ronaldo mengonversi bola di tiang dekat untuk memperbesar keunggulan Al Nassr menjadi 3-1.
Sebuah finisihing klasik yang sudah ratusan kali kita saksikan dari Ronaldo sepanjang dua dekade kariernya. Insting penyerang kelas dunia tidak pernah pudar — bahkan ketika tubuh sudah berusia 41 tahun.
Pelatih Al Nassr Jorge Jesus pun memberi pujian setulus hatinya kepada sang bintang.
“Ronaldo selalu berbahaya saat menyerang ke depan dan kita melihatnya lagi hari ini,” kata Jesus.
Drama Akhir dan Hattrick Penalti Félix
Skor 3-1 sempat terlihat aman, tetapi Al Shabab tak menyerah. Gol Ali Al-Bulayhi membuat finis pertandingan sempat mendebarkan. Untungnya, Félix kembali tampil sebagai pahlawan dengan menyempurnakan hattrick-nya dari titik penalti, mengunci kemenangan Al Nassr 4-2.
Hattrick yang menjadi penanda perjalanan kebangkitan Félix. Setelah karier yang dipenuhi ekspektasi tinggi sejak masa muda dan kemudian terganggu oleh ketidakcocokan dengan beberapa pelatih, Félix kini terlihat menikmati permainannya kembali. Liga Pro Saudi mungkin bukan panggung paling glamor, tapi bagi pemain ini, ini adalah tempat untuk pulih dan kembali bersinar.
Lima Poin di Puncak, Tinggal Selangkah Lagi
Hasil ini membuat Al Nassr menempati posisi puncak klasemen dengan koleksi 82 poin dari 32 laga. Mereka kini unggul lima poin atas Al Hilal yang berada di posisi kedua, meski rival sekota tersebut masih punya satu laga sisa.
Dengan kompetisi memasuki babak akhir, semua mata tertuju pada partai penentu yang akan jadi El Clasico-nya Liga Saudi.
El Clasico Saudi: Al Nassr vs Al Hilal pada 12 Mei
Pertandingan paling dinantikan musim ini akan berlangsung pada 12 Mei. Al Nassr akan bertemu langsung dengan Al Hilal dalam laga yang bisa menentukan apakah Ronaldo akhirnya akan meraih trofi pertama bersama Al Nassr sejak bergabung pada Januari 2023.
Sebuah momen yang ironis. Setelah lebih dari tiga tahun bermain di Riyadh, Ronaldo masih belum mengangkat satu pun trofi besar bersama Al Nassr. Bagi pemain seukurannya — dengan koleksi gelar yang sudah sangat panjang dari Manchester United, Real Madrid, dan Juventus — kekosongan ini menjadi salah satu hal yang sering ia bahas dalam setiap wawancara.
Pelatih Jorge Jesus pun mengakui pentingnya laga tersebut.
“Sekarang kami punya laga derby melawan rival kami, yang merupakan pertemuan sulit. Kami sepenuhnya menyadari pentingnya, dan kami menanganinya dengan fokus penuh karena kami tahu detail kecil bisa menentukan hasilnya,” kata Jesus.
Trofi Asia Champions League Two Juga Menanti
Yang lebih membahagiakan untuk Al Nassr, ini bukan satu-satunya peluang silverware. Pada 16 Mei, mereka akan menjalani final AFC Champions League Two melawan Gamba Osaka.
Bagi Ronaldo dan Al Nassr, mei 2026 menjadi bulan yang berpotensi mengubah segalanya. Dua trofi dalam jangkauan, dua kesempatan untuk menutup mulut pengkritik yang selama ini meragukan langkah Ronaldo ke Saudi Arabia.
Tinggal 29 Gol Lagi Menuju 1.000
Kembali ke catatan personal Ronaldo, gol ke-971 di kariernya membawa sang legenda semakin dekat dengan angka mistis 1.000 gol — sebuah pencapaian yang tampaknya hanya bisa diraih dirinya di sepak bola modern.
Dengan rata-rata produktivitas yang masih konsisten di Liga Saudi (26 gol di 32 laga musim ini), bukan tidak mungkin angka 1.000 akan tergapai dalam beberapa bulan mendatang. Bila berhasil, Ronaldo akan mencatatkan rekor yang mungkin tidak akan tertandingi sepanjang sejarah sepak bola.














