Lionel Messi (kiri) dari FC Barcelona merayakan gol kedua timnya bersama rekan setimnya Pedro Rodriguez selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara FC Barcelona dan Bayern 04 Leverkusen di stadion Camp Nou pada 7 Maret 2012 di Barcelona, Spanyol. (Foto oleh Jasper Juinen/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Perjalanan Pedro Rodriguez bersama Lazio resmi berakhir dengan manis dan penuh emosi. Penyerang sayap asal Spanyol itu sukses mencetak gol penentu dalam kemenangan dramatis melawan Pisa SC pada laga pamungkasnya akhir pekan lalu. Namun, di balik perpisahan tersebut, Pedro mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan terkait usahanya di bursa transfer.
Berbicara melalui saluran resmi klub jelang laga, mantan pemain Barcelona dan Chelsea itu secara terbuka merefleksikan perjalanannya di ibu kota Italia. Salah satu pengakuan paling menarik adalah upayanya merayu sejumlah bintang kelas dunia, termasuk mantan rekan setimnya, untuk berseragam Biancocelesti.
Misi Rahasia: Merayu Messi hingga De Gea
Pedro mengaku bahwa dirinya kerap mengambil inisiatif untuk membujuk para pemain bintang agar bersedia mencicipi atmosfer sepak bola Italia bersama Lazio.
“Saya selalu mencobanya,” ungkap Pedro saat ditanya apakah ia pernah nyaris meyakinkan mantan rekan setimnya untuk bergabung. “Bahkan dengan (Lionel) Messi, yang tentu saja itu tidak mudah (tertawa). Lalu ada Jordi Alba dan (David) De Gea ketika mereka berstatus bebas transfer.”
Tidak berhenti di sana, pemain berusia 38 tahun itu juga pernah merekomendasikan nama-nama lain kepada pelatih Lazio saat itu. “Saya juga ingat pernah membicarakan soal (Marc) Bartra dengan (Maurizio) Sarri. Dan juga David Luiz. Saya sangat ingin membiarkan mereka merasakan gairah dan semangat dari para penggemar kami,” jelasnya.
Pesan Persatuan di Tengah Boikot Stadion
Selain berbicara soal transfer, Pedro juga menyoroti masa-masa sulit Lazio musim ini, terutama periode panjang ketika skuad harus bermain di Stadio Olimpico yang nyaris kosong akibat aksi boikot penggemar. Ia tidak menutupi kekecewaannya atas situasi tersebut.
“Bermain tanpa dukungan mereka sangatlah sulit. Tampil maksimal dengan stadion yang kosong adalah hal yang mustahil. Kami melewati momen-momen berat, dan tidak mudah melihat situasi yang berkembang antara penggemar, skuad, dan pihak klub,” tegasnya.
Pujian untuk Sarri dan Janji Kembali
Di penghujung wawancaranya, Pedro memberikan penghormatan khusus kepada mantan pelatihnya, Maurizio Sarri. Secara gamblang, ia menempatkan taktik dan filosofi juru latih asal Italia tersebut di urutan kedua terbaik sepanjang kariernya, hanya di bawah mantan mentornya di Barcelona, Pep Guardiola.
Sebagai penutup, sang veteran menyerukan pesan persatuan kepada seluruh elemen klub.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan kembali persatuan antara skuad, penggemar, dan klub, semuanya harus menarik ke arah yang sama. Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan, Lazio akan kembali memenangi trofi dan bertarung di kompetisi Eropa. Dan saya berharap bisa kembali suatu hari nanti untuk membantu,” tutup Pedro.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














