Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri EV Siap Serap 10 Ribu Pekerja

Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri EV Siap Serap 10 Ribu Pekerja

Nebby Medium.jpeg

Senin, 15 Juni 2026 – 16:47 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri penandatanganan kerja sama investasi industri kendaraan listrik di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Dok Pemprov Jateng).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri penandatanganan kerja sama investasi industri kendaraan listrik di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Dok Pemprov Jateng).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Investor asal Tiongkok menanamkan investasi sekitar Rp15 triliun untuk mengembangkan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Kawasan Industri Seafer (KIS), Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Proyek tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja.

Komitmen investasi itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT KIA Kendal dan PT New Generation Mobility (NGM), serta antara PT NGM dan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

Penandatanganan dilakukan di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin (15/6/2026) dan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, serta Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut masuknya investasi baru tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim usaha di daerahnya. Menurut dia, aktivitas investasi tetap bergerak meski kondisi ekonomi global masih dibayangi dinamika geopolitik dan tekanan fiskal.

Ia berharap kehadiran industri baru tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan sektor industri berbasis teknologi ramah lingkungan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjajal sepeda motor listrik usai penandatanganan kerja sama investasi pengembangan industri kendaraan listrik di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (15/6/2026). (Foto: Dok Pemprov Jateng).

“Investasi ini sudah mengarah ke teknologi industri terbarukan. Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menetapkan energi terbarukan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal Bryan W. Sudarwo mengatakan investasi yang masuk akan difokuskan pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik secara terintegrasi.

Menurutnya, kawasan industri tersebut nantinya akan menampung berbagai industri penunjang kendaraan listrik, mulai dari produksi baterai, ban, hingga komponen kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.

“Semua terintegrasi. Kami akan mengembangkan ini semua dengan restu Gubernur dan Bupati, guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” katanya.

Bryan menambahkan, pengembangan kawasan industri itu diperkirakan dapat menyerap sekitar 10 ribu pekerja. Ia memastikan tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas utama dalam proses rekrutmen.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melihat salah satu mobil listrik yang dipamerkan dalam agenda penandatanganan kerja sama investasi industri kendaraan listrik senilai Rp15 triliun di Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Dok Pemprov Jateng).

“Tenaga lokal kita utamakan. Pasti itu. Nanti akan ada transfer teknologi. Kami juga dorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50%, jadi kita pakai semua sumber daya lokal,” tegasnya.

Di sisi lain, perwakilan PT NGM, Hadi Hartanto, mengungkapkan Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki posisi strategis di Pulau Jawa serta didukung iklim investasi yang kondusif.

“Mungkin jodoh. Kemudian keamanan sosial, di Jawa Tengah lebih aman dan tenteram. Juga adanya KEK (Kawasan Ekonomi Kendal) yang memasukkan banyak investor, juga kemudahan perizinan yang bagus di Jawa Tengah,” jelasnya.

Hadi menilai industri kendaraan listrik di Indonesia masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Karena itu, menurutnya, pembangunan industri EV perlu dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan sektor motor penggerak, sistem kelistrikan, dan baterai.

Ia mengatakan ketiga komponen tersebut menjadi fondasi penting untuk mempercepat transformasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today