Ilustrasi proyek LRT Jakarta. PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah mencapai 91,86 persen. (Foto: ANTARA/HO-PT Waskita Karya/aa).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Saat menggarap proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk bekerja dengan cara presisi dan ekstra hati-hati. Hasilnya, cukup memuaskan. Pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja (lost time injury).
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita mengatakan, capaian ini, menjadi bukti konsistensi perseroan dalam menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.
“Angka itu menunjukkan akumulasi jam kerja seluruh proyek tanpa insiden yang mengakibatkan hari kerja hilang,” paparnya di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Keberhasilan selama 7,5 juta jam kerja selamat ini, kata Ermy, menjadi fondasi penting bagi Waskita Karya dalam melaksanakan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta, dan ruang kerja terbatas.
“Maka kami sebagai kontraktor, berupaya mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja, Waskita Karya, melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola bukan dihindari,” ujar Ermy.
Sebelumnya, Waskita Karya bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebagai pemilik proyek, memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai beberapa waktu lalu.
Salah satunya melaksanakan tes jalur lintasan atau train run sepanjang 3,6 kilometer (km) yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka. Salah satu area yang dilintasi saat tes yaitu perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100.
Guna menjaga kondisi lalu lintas di jalan tol itu agar tidak terganggu selama masa konstruksi, Waskita kemudian berinovasi menggunakan metode balanced cantilever dengan span sepanjang 120 meter (m).
“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balanced cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” tegas Ermy.
Ia menambahkan, monitoring survey dan chamber juga dilaksanakan secara berkala setiap hari. Tim di lapangan turut memasang safety net pada sekeliling segmen girder balanced.
Berkat sejumlah langkah tersebut, Perseroan berhasil mencapai zero accident atau tidak ada kecelakaan sama sekali dalam proses konstruksi balanced cantilever LRT Jakarta 1B.
Kini Waskita terus mempercepat pengerjaan proyek senilai Rp4,1 triliun itu agar bisa segera digunakan. Realisasi pembangunannya pun telah menembus 93,37 persen.
Ermy mengatakan, koordinasi dengan Jakpro terus diperkuat, sehingga proses pembangunan sekaligus rangkaian T&C bisa berjalan lancar. Tahapan ini penting karena bertujuan memastikan sejauh mana kesiapan sistem LRT Jakarta untuk membawa puluhan ribu penumpang setiap harinya.
“Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan. Seperti prinsip Jakpro yang selalu mengutamakan keberlanjutan dalam setiap proyeksinya, train run ini juga akan menjadi evaluasi internal guna mempersiapkan langkah pengujian selanjutnya,” tutur dia.
Ermy menyebut, proyek LRT Jakarta Fase 1B, sudah sangat dinantikan warga Jakarta. Selain untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, proyek tersebut turut memperkuat konektivitas antarwilayah dan integrasi transportasi publik di kota metropolitan.
“Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik yang modern. Lalu memudahkan mobilitas warga serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” jelas Ermy.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











