Foto kiri ke kanan: Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Teuku Wisnu Actor dan Public Figure, dan Elizabeth Driemirda GM Gramedia Regional D. (Dokumentasi: Reyhaanah).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dompet Dhuafa meluncurkan program BesTeam atau Bestian Bersama Yatim sebagai upaya memperkuat ekosistem pendampingan bagi anak yatim di Indonesia dan sejumlah wilayah terdampak bencana.
Ketua BesTeam Dompet Dhuafa 2026, Widodo A, mengatakan anak yatim kerap menghadapi keterbatasan, terutama kehilangan kasih sayang dari orang tua. Namun demikian, mereka tetap memiliki potensi untuk berkembang.
“Kami menyadari betul bahwa anak yatim ini memiliki keterbatasan, kehilangan kasih sayang yang sebelumnya hadir dari ayahnya, hadir dari ibunya,” kata Widodo di Antara Heritage, Jakarta, dikutip Jumat (19/6/2026).
“Tetapi saya meyakini mereka memiliki potensi, memiliki bakat, memiliki semangat untuk menjadikan diri mereka menjadi generasi yang jauh lebih cemerlang,” sambungnya.
Widodo menyebut terdapat sekitar 4 juta anak yatim yang membutuhkan pendampingan dan dukungan lintas pihak. Karena itu, ia menilai kolaborasi menjadi kunci utama.
“Tidak ada alasan sebenarnya untuk kita tidak peduli. Ada banyak anak-anak yatim di luar sana yang sebenarnya membutuhkan elaborasi dan dukungan dari kita semua,” ucap Widodo.
Dalam penguatan program, Dompet Dhuafa mengangkat konsep BesTeam sebagai simbol kolaborasi, yang diharapkan dapat membangun kedekatan sosial antara masyarakat dan anak yatim.
“Kenapa kami memilih kata Bestian? Jadi kami meyakini bahwa anak yatim itu bukan sekadar tanggung jawab sosial. Ada satu makna siapa pun itu yang berkolaborasi, elaborasi dengan program ini adalah tim yang nantinya menjadi tim yang terbaik untuk mengantarkan anak yatim itu menjadi generasi yang cemerlang di masa yang akan datang,” tuturnya.
Ia menjelaskan, program ini akan menyasar berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, termasuk untuk anak yatim di wilayah terdampak bencana dan daerah tertinggal.
“Nah kita akan sentuh mereka dengan beasiswa, kemudian kita berikan dorongan mereka kalau yang sudah masuk di usia-usia kerja agar mereka menjadi orang-orang yang berdaya melalui kewirausahaan,” jelas Widodo.
Selain itu, program juga mencakup pemenuhan gizi, akses kesehatan, hingga pemerataan kesempatan bagi anak yatim di Indonesia Timur. Widodo menegaskan, BesTeam ini dirancang sebagai ekosistem berkelanjutan yang tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.
“Ini butuh banyak kolaborasi dengan semua stakeholder. Maka di situ ada anak yatim talenta-talenta yang memiliki keterbatasan tetapi sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa yang harus kita dukung, kita dorong untuk mencapai apa yang mereka inginkan,” paparnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














