Prabowo: Kalau Belajar Politik, Harusnya dari NU

Prabowo: Kalau Belajar Politik, Harusnya dari NU

Vonita Medium.jpeg

Selasa, 23 Juni 2026 – 17:36 WIB

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kepada pihak-pihak yang ingin masuk dalam dunia politik bisa belajar melalui Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini disampaikan Prabowo ketika berpidato dalam penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Mulanya, Prabowo menyoroti posisi NU dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia. Ia menyebut banyak anggota NU masuk dalam Kabinet Merah Putih hingga beberapa partai politik.

“NU memang hebat, ada di mana-mana, semua partai NU hadir, jadi NU tidak pernah kalah, hebat, kalau belajar politik harusnya dari NU,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian melanjutkan dengan menyapa sejumlah pejabat negara yang hadir, termasuk Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Ia menyoroti penampilan keduanya yang mengenakan kopiah dalam acara tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya kedekatan simbolik antara institusi negara dan tradisi keagamaan yang hidup di lingkungan NU.

“Coba kalau datang ke NU, tentara pakai kopiah, polisi pakai kopiah, padahal tidak ada dalam peraturan. Tidak ada PDL topinya ini. Berarti harus diubah ya, PDL atau PDH kalau datang ke tempat NU atau Muhammadiyah harus pakai kopiah,” ujarnya.

Dekat dengan NU

Prabowo pun menyebut dirinya cukup dekat dengan lingkungan NU. Ia bahkan mengaku nyaman saat berada di lingkungan NU.

“Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman, merasa aman. Sambutan yang demikian besar kepada saya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyebut dekat secara personal dan historisnya dengan keluarga besar NU. Ia mengeklaim sejak kecil ia telah memiliki hubungan dengan lingkungan yang dekat dengan tokoh-tokoh NU.

“Masalahnya saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama dari sejak kecil karena dulu saya tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta dan eyang putri saya memang dari NU,” tuturnya.

Prabowo kemudian menuturkan NU memiliki karakter yang khas sebagai organisasi keagamaan. Pasalnha, NU tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, namun juga memiliki orientasi kebangsaan yang kuat.

“Dan juga ada satu ciri khas yang saya dari dulu perhatikan bahwa Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik,” paparnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 1 visit(s) today