Aturan Baru MotoGP 2026: Perangkat Holeshot Resmi Dilarang Mulai GP Belanda

Aturan Baru MotoGP 2026: Perangkat Holeshot Resmi Dilarang Mulai GP Belanda

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 24 Juni 2026 – 07:20 WIB

Pedro Acosta, Red Bull KTM Factory Racing. (Foto: Getty images)

Pedro Acosta, Red Bull KTM Factory Racing. (Foto: Getty images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komisi Grand Prix (GPC) mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan perangkat penurun ketinggian bagian depan motor (front ride-height device atau holeshot) di ajang MotoGP

Larangan ini dipercepat dari rencana awal dan akan langsung berlaku efektif mulai Grand Prix (GP) Belanda di Sirkuit Assen pada akhir pekan ini.

Berdasarkan keterangan dari laman resmi MotoGP, Rabu (24/6/2026), perangkat mekanis ini selama ini lazim digunakan oleh para pembalap sesaat sebelum start. Fungsinya adalah untuk menurunkan posisi bagian depan motor guna meminimalisir wheelie (ban depan terangkat) dan memaksimalkan akselerasi awal saat lampu merah padam.

Awalnya, penghapusan teknologi pendongkrak akselerasi ini direncanakan masuk dalam perombakan regulasi besar pada musim depan. Namun, setelah melalui serangkaian evaluasi dan pembahasan dalam beberapa Grand Prix terakhir, GPC memutuskan untuk mempercepat penerapan aturan tersebut. Dengan demikian, manuver mengaktifkan holeshot saat start kini menjadi hal yang ilegal.

Perubahan Jarak Starting Grid demi Keselamatan

Selain pelarangan holeshot, GPC juga merilis aturan baru terkait tata letak starting grid yang akan mulai diterapkan pada GP Jerman di Sirkuit Sachsenring. Menariknya, regulasi ini berlaku secara menyeluruh untuk semua kelas balap (Moto3, Moto2, dan MotoGP).

Untuk meningkatkan standar keselamatan saat fase kritis start, jarak antarpembalap dalam satu baris yang sebelumnya berjarak 3 meter akan diperlebar menjadi 4 meter. Imbasnya, jarak antarbaris juga ikut melar dari 9 meter menjadi 12 meter. Meskipun jaraknya diperlebar, format penempatan tiga pembalap dalam satu baris (row) tetap dipertahankan.

Pembatasan Kuota Motor Pabrikan Mulai 2028

GPC turut memikirkan ekosistem kompetisi jangka panjang dengan menetapkan aturan batas maksimal jumlah motor yang bisa diturunkan oleh setiap pabrikan.

Mulai musim 2028, tidak ada satu pun pabrikan yang diizinkan memiliki lebih dari enam motor di grid, dengan syarat minimal terdapat lima pabrikan yang berkompetisi di kejuaraan dunia. Secara matematis, setiap pabrikan maksimal hanya diizinkan menyuplai motor untuk dua tim satelit, di luar tim pabrikan utama mereka sendiri.

Saat ini, batas enam motor per pabrikan sebenarnya sudah terjadi secara natural pada musim 2026 (seperti yang dimiliki oleh Ducati). Namun, regulasi baru ini akan mengunci batasan tersebut menjadi aturan resmi dan mengikat pada musim 2028 mendatang guna menjaga keseimbangan kompetisi.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today