Jaga Tradisi Medali Olimpiade, PBSI dan Pemerintah Sinergi Lewat Anggaran Multiyears Pelatnas

Jaga Tradisi Medali Olimpiade, PBSI dan Pemerintah Sinergi Lewat Anggaran Multiyears Pelatnas

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 24 Juni 2026 – 07:00 WIB

Ilustrasi PBSI (Foto: PBSI)

Ilustrasi PBSI (Foto: PBSI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyambut positif rencana penerapan anggaran multiyears (tahun jamak) dari pemerintah untuk program pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berkelanjutan. Kebijakan ini dinilai akan menjadi angin segar bagi kepastian pembinaan atlet secara terukur dan berkesinambungan.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyatakan bahwa skema penganggaran jangka panjang ini akan sangat membantu federasi dalam merancang dan mengeksekusi program pembinaan.

“Selama ini, PBSI telah menjalankan sistem pelatnas sepanjang tahun secara konsisten. Komitmen tersebut telah melahirkan berbagai prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” ujar Ricky dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menurut peraih medali emas Olimpiade 1996 tersebut, pembinaan yang terpusat dan berkesinambungan merupakan fondasi krusial. Hal ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas teknik dan fisik, tetapi juga untuk membentuk mental juara agar atlet selalu siap berkompetisi di level tertinggi.

Ricky menambahkan, sinergi yang kuat antara pemerintah dan PBSI akan semakin memperkokoh upaya Indonesia dalam menjaga tradisi medali di berbagai multi-ajang internasional bergengsi, mulai dari SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga panggung tertinggi Olimpiade.

Fokus pada Sport Science dan Pembinaan Jangka Panjang

Senada dengan Ricky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa skema multiyears akan memberikan kepastian mutlak dalam penyusunan cetak biru pembinaan jangka panjang.

“Dukungan multiyears akan memungkinkan kami merancang program pembinaan secara lebih komprehensif dan terukur,” jelas Eng Hian.

Pelatih yang sukses mengantarkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas Olimpiade Tokyo ini menyoroti bahwa kepastian anggaran akan berdampak langsung pada optimalisasi program pendukung atlet. Hal ini mencakup penguatan penerapan sport science, sport medicine, analisis performa secara detail, hingga manajemen pencegahan dan pemulihan cedera atlet.

“Dengan dukungan multiyears, proses pengembangan atlet dapat dirancang berdasarkan siklus pembinaan dan target prestasi yang jelas, bukan sekadar berorientasi pada kebutuhan jangka pendek,” tambahnya.

Melalui kepastian dari skema anggaran ini, PBSI sangat optimistis proses regenerasi atlet nasional akan berjalan lebih mulus. Sinergi antara pemerintah, federasi, atlet, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan diyakini menjadi kunci utama untuk mendongkrak daya saing Indonesia di tengah ketatnya persaingan bulu tangkis global saat ini.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today