Pemadaman Listrik Tidak Kunjung Usai, CERI: Sudah Membahayakan Pelaku UMKM

Pemadaman Listrik Tidak Kunjung Usai, CERI: Sudah Membahayakan Pelaku UMKM

Reyhaanah Medium.jpeg

Rabu, 24 Juni 2026 – 20:07 WIB

Suasana temaram sebuah jalanan di Kota Ourense, Spanyol bagian barat, saat pemadaman listrik, Senin (28/4/2025). (Foto: Bloomberg/Brais Lorenzo)

Suasana temaram sebuah jalanan di Kota Ourense, Spanyol bagian barat, saat pemadaman listrik, Senin (28/4/2025). (Foto: Bloomberg/Brais Lorenzo)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menilai, pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang belum sepenuhnya pulih, saat ini memasuki tahap yang membahayakan dunia usaha. Khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurut Yusri, pelaku UMKM berbeda dengan industri besar yang umumnya memiliki generator set (genset), sebagai sumber listrik cadangan. Sebagian besar pelaku UMKM tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan fasilitas tersebut, ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

“Berdasarkan keluhan dari para pengusaha, tingkat pemadaman listrik sudah masuk tahap berbahaya bagi kelangsungan industri, khususnya industri UMKM yang tidak berkemampuan menggunakan genset sebagai cadangan jika suplai listrik PLN sering melakukan giliran,” kata Yusri kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai, gangguan pasokan listrik yang berulang tidak hanya berdampak terhadap aktivitas produksi, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi investor terhadap iklim usaha di Indonesia.

Menurut dia, ketidakpastian pasokan energi berpotensi membuat investor mempertimbangkan kembali rencana penanaman modalnya. “Selain itu membuat investor berpikir dua kali jika akan berinvestasi di Indonesia,” sambungnya

Karena itu, Yusri menilai, pemadaman bergilir tidak dapat dianggap selesai hanya dengan permintaan maaf dari pihak penyelenggara layanan kelistrikan, yakni PT PLN (Persero).

“Jadi, tidak cukup Dirut PLN minta maaf dan dianggap selesai. Sebab dampak seringnya blackout, membuat buruknya citra pemerintah. Seolah-olah tak mampu memberikan kepastian berusaha yang aman bagi setiap pelaku ekonomi dan sosial,” jelas Usman.

Ia pun mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional, termasuk melalui audit teknis dan audit kinerja PT PLN (Persero).

“Pemerintah harus serius melakukan audit teknis dan kinerja PLN terkait seringnya blackout. Jika pemerintah ingin mengurangi risiko lebih buruk di masa depan. Sebaiknya segera lakukan,” kata Usman.

Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman murka dengan masih berlanjutnya pemadaman bergilir di Pulau Jawa yang mulai terjadi sejak awal bulan ini.

Pemadaman bergilir, kata Maman, sangat mengganggu aktivitas pelaku usaha mikro dan masyarakat secara luas. “Para pedagang es, maka esnya mencair karena listrik mati. Tidak bisa jualan. Pedagang frozen food (makanan beku), dan pedagang lainnya,” kata Maman di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Politikus Partai Golkar itu, menilai, gangguan pasokan listrik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup luas apabila tidak segera ditangani.

Ke depan, dia berharap, PLN bisa memperbaiki tata kelola rantai pasok batu bara yang dianggap sebagai biang kerok pemadaman bergilir di Pulau Jawa.

Pembenahan manajemen pasokan energi primer penting dilakukan untuk mencegah terulangnya gangguan listrik berskala besar seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.

“Potensi blackout, seperti yang 3 tahun lalu, berpotensi terjadi lagi kalau manajemen rantai pasok yang ada di PLN itu tidak segera dibenahi dan ditata secara baik,” ujarnya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 7 times, 7 visit(s) today