Proyek ‘Matahari Buatan’ (EAST) China sukses ciptakan dua magnet superkonduktor terbesar di dunia untuk mengurung plasma. 100% buatan lokal dan pecahkan rekor! (Foto: Phys)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ambisi China untuk menciptakan sumber energi tak terbatas melalui proyek reaktor fusi Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) atau yang kerap dijuluki ‘Matahari Buatan’, kembali mencetak sejarah baru.
Baru-baru ini, tim peneliti dari Institute of Plasma Physics di bawah naungan Chinese Academy of Sciences (ASIPP) di Hefei, Provinsi Anhui, sukses menyelesaikan pengembangan dan pengujian dua komponen magnet paling krusial untuk reaktor tersebut.
Hebatnya, seluruh teknologi inti mulai dari baja khusus, bahan isolasi, hingga material superkonduktor untuk komponen raksasa ini diklaim 100 persen buatan dalam negeri.
Direktur ASIPP, Song Yuntao, menegaskan bahwa pencapaian ini sukses memecahkan rekor dunia. Jika disandingkan dengan magnet sejenis pada proyek reaktor internasional (ITER), versi buatan China ini berukuran 1,3 kali lebih besar dengan kapasitas penyimpanan energi tiga kali lipat lebih kuat.
Berikut adalah rincian dua komponen krusial yang sukses diuji coba tersebut:
1. Magnet Medan Toroidal: ‘Sangkar Baja’ Penahan Plasma
Komponen pertama adalah magnet medan toroidal yang berbentuk huruf ‘D’ dengan dimensi super masif. Magnet ini memiliki panjang 21 meter, lebar 12 meter, tinggi 3,3 meter, dan bobot mencapai 528 ton.
Fungsi Utama: Magnet ini bertugas mengurung plasma. Menurut peneliti ASIPP Wu Yu, magnet ini memastikan pusaran plasma super panas tetap melayang di tengah ruang hampa dan tidak menyentuh dinding reaktor.
Analogi: Pakar teknologi elektromagnetik China, Song Zhongping, mengibaratkan magnet ini seperti “sangkar kokoh dari baja antikarat tebal”. Tanpa magnet pelindung ini, bola api plasma akan langsung ambyar dan reaksi fusi nuklir mustahil terjadi.
Target: Nantinya, 16 magnet serupa akan dirangkai menjadi satu kesatuan untuk menciptakan medan magnet melingkar yang utuh.
2. Kumparan Solenoid Pusat: Pemicu Bola Api Raksasa
Komponen krusial kedua adalah kumparan solenoid pusat. Komponen ini berperan ganda: memicu plasma hingga membentuk bola api raksasa, sekaligus mengendalikan posisinya selama proses fusi berlangsung.
Performa Maksimal: Data pengujian menunjukkan kumparan ini mampu mengalirkan arus listrik stabil sebesar 60 kiloampere dan menyimpan energi sebesar 6,03 megajoule. Arus operasional normalnya berada di angka 46,5 kiloampere, jauh melampaui kapasitas perangkat EAST sebelumnya.
Kunci Komersialisasi: Wakil Direktur ASIPP, Qin Jinggang, menyebut kinerja magnet ini secara langsung menentukan apakah perangkat fusi dapat dinyalakan dengan sukses dan dipertahankan secara stabil. Komponen inilah yang menjadi penentu apakah ‘Matahari Buatan’ ini bisa naik kelas dari sekadar eksperimen laboratorium menjadi pembangkit listrik di dunia nyata.
Keberhasilan pengujian dua komponen ini membuka jalan lebar bagi penciptaan reaksi fusi jangka panjang yang stabil, membawa umat manusia selangkah lebih dekat menuju era pasokan energi bersih yang konsisten dan tak terbatas.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














