Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, forum pembangunan berkelanjutan yang mempertemukan pemimpin global dari berbagai sektor.. (Foto: GSDC)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Industri penyelenggaraan pameran dan konferensi (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions/MICE) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan strategis.
Sejalan dengan tren global yang menuntut tanggung jawab lingkungan, penyelenggaraan Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 berhasil menetapkan standar baru pengelolaan event berkelanjutan di Tanah Air.
Forum internasional yang dihadiri oleh lebih dari 5.000 peserta dan delegasi dari 100 negara ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan. Penunjukan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia yang kini menempati peringkat ke-37 dunia dan ke-4 di ASEAN sebagai destinasi MICE paling kompetitif.
Guna memastikan jalannya acara selaras dengan prinsip keberlanjutan, ICE BSD menggandeng Rekosistem untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Implementasi ekonomi sirkular ini melibatkan penyediaan tempat sampah terpilah, pendampingan edukator, hingga penyediaan mesin penukaran botol otomatis (Reverse Vending Machine/RVM).
Melalui inisiatif tersebut, sebanyak 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama GSDC 2026 berlangsung. Dari total volume tersebut, tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 41 persen yang sukses dialihkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk didaur ulang. Adapun rinciannya terdiri dari 57,30 persen sampah residu dan 1,60 persen sampah organik.
Upaya pengelolaan material anorganik—yang didominasi oleh plastik sebesar 14,35 persen dan kertas 10,07 persen—berhasil menciptakan dampak lingkungan yang masif. Tercatat, langkah ini mereduksi emisi karbon hingga 667,9 kg CO2, setara dengan menanam 11,35 bibit pohon selama 10 tahun, atau menghemat penggunaan 285,70 liter bensin dan 333,25 kg batu bara.
General Manager ICE BSD, Siti Karmila, mengungkapkan bahwa pencapaian ini membuktikan forum internasional berskala masif dapat berjalan harmonis dengan kelestarian lingkungan.
“Penunjukan sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan sekaligus pengakuan terhadap standar operasional yang telah kami bangun. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggara event lainnya dalam mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas bagi industri MICE,” jelas Siti dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Dukung Target Devisa Pemerintah
Langkah strategis dalam mewujudkan pameran hijau ini juga selaras dengan target pemerintah untuk menggenjot kontribusi devisa sektor MICE dari 10 persen menjadi 15 persen pada tahun 2029 mendatang.
Selain keunggulan operasional ramah lingkungan seperti fasilitas daur ulang air, pencahayaan alami, hingga stasiun pengisian kendaraan listrik (EV Charging Station), lokasi yang strategis turut menjadi nilai tambah penyelenggaraan forum global ini.
Berperan sebagai enabler, pusat konvensi seluas lebih dari 85.000 meter persegi ini mempermudah mobilitas ribuan delegasi mancanegara. Area ini terintegrasi langsung dengan jaringan tol utama seperti JORR W2 dan Tol Kunciran-Serpong.
Bagi pengguna transportasi publik, akses sangat dimudahkan melalui integrasi layanan Kereta Bandara (Airport Train) menuju Stasiun Duri, yang tersambung dengan KRL Commuter Line lintas Rangkasbitung menuju Stasiun Cisauk. Perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju venue pun dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 35 menit.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














