Usai Kasus Kematian SPPI, Kemhan Batal Jadikan Calon Manajer Kopdes Sebagai Komcad

Usai Kasus Kematian SPPI, Kemhan Batal Jadikan Calon Manajer Kopdes Sebagai Komcad

Diana Medium.jpeg

Rabu, 1 Juli 2026 – 16:04 WIB

Latsarmil calon manajer KDMP/KNMP. (Foto: Antara/Fakhri Hermansyah)

Latsarmil calon manajer KDMP/KNMP. (Foto: Antara/Fakhri Hermansyah)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Pertahanan (Kemhan) membatalkan rencana menjadikan calon manajer program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai komponen cadangan (Komcad).

Keputusan itu diambil setelah evaluasi menyusul meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (HOR) Donny Ermawan Taufanto mengatakan peserta kini hanya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara tanpa materi kemiliteran.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada anggota Komisi I bahwa kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan, pendidikan, pelatihan bela negara,” kata Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Donny menegaskan pelatihan tidak lagi mencakup penggunaan senjata maupun taktik militer. Materi yang diberikan akan difokuskan pada pembentukan karakter, seperti nasionalisme, patriotisme, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kerja sama.

“Jadi mereka hanya diberikan pelajaran terkait dengan nasionalisme, patriotisme, disiplin. Jadi seperti mengikuti jadwal harian itu juga melatih disiplin waktu mereka,” ujarnya.

Selain mengubah materi, Kemhan juga memangkas durasi pelatihan bela negara dari satu bulan menjadi dua pekan. Setelah itu, peserta akan mengikuti pelatihan manajerial selama sekitar satu bulan sesuai bidang penugasan masing-masing.

Calon manajer Koperasi Merah Putih akan menerima materi mengenai pengelolaan koperasi, sedangkan peserta Kampung Nelayan Merah Putih akan dibekali materi terkait sektor perikanan dan kampung nelayan oleh kementerian teknis.

Meski durasi dan materi pelatihan berubah, Donny memastikan proses pendidikan tetap dilaksanakan di 67 satuan pendidikan yang telah ditetapkan.

“Tempat pembelajaran, tempat pendidikan tetap di 67 satdik tersebut, cuma waktunya saja yang berubah. Itu terkait dengan kami telah merevisi program tersebut,” katanya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today