Tak Lagi Kampungan, Rumah Kayu Kini Jadi Alternatif Hunian Urban

Tak Lagi Kampungan, Rumah Kayu Kini Jadi Alternatif Hunian Urban

artwork-didit.png

Sabtu, 4 Juli 2026 – 17:52 WIB

Rumah Kayu di Jalan Teguh V Selatan, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Dokumentasi: Inilah.com/ Wahyu Praditya Purnama)

Rumah Kayu di Jalan Teguh V Selatan, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Dokumentasi: Inilah.com/ Wahyu Praditya Purnama)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di tengah padatnya permukiman dan dominasi bangunan beton di Ibu Kota, sebuah rumah kayu di Jalan Teguh V Selatan, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Jakarta Utara, tampil mencolok. 

Bangunan itu berdiri dengan konstruksi panggung, dikelilingi pepohonan rindang dan tanaman hijau yang memberi kesan asri, sebuah pemandangan yang kian jarang ditemui di Jakarta.

Seluruh bagian rumah didominasi material kayu berwarna cokelat alami. Teras luas dengan pagar berukir sederhana menghadap halaman kecil yang tertata rapi. Sinar matahari yang menembus sela dedaunan jatuh lembut ke permukaan kayu, menciptakan suasana hangat sekaligus teduh.

Jendela-jendela besar dengan kisi kayu tampak terbuka, memungkinkan sirkulasi udara mengalir lancar. Di tengah cuaca Jakarta yang panas, rumah ini justru terasa lebih sejuk dan bernapas.

Fenomena rumah seperti ini bukan lagi sekadar pengecualian. Rumah kayu yang selama ini identik dengan hunian di pedesaan atau kawasan tradisional, kini mulai dilirik sebagai alternatif tempat tinggal di wilayah urban seperti Jakarta.

Di tengah mahalnya harga properti dan meningkatnya suhu udara di ibu kota, sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan rumah kayu sebagai pilihan yang lebih terjangkau dan nyaman.

Sejumlah perajin dan penyedia rumah kayu mencatat adanya peningkatan minat, terutama untuk desain modern dengan sistem knockdown. Model ini memungkinkan rumah dirakit dalam waktu relatif singkat, berkisar satu hingga tiga bulan, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

Di pasaran, rumah kayu dengan luas sekitar 100 hingga 150 meter persegi ditawarkan mulai dari ratusan juta rupiah. Harga tersebut dinilai lebih kompetitif dibandingkan rumah beton di Jakarta yang umumnya sudah berada di kisaran miliaran rupiah.

Andi (34), warga Jakarta Timur yang memilih tinggal di rumah kayu, mengaku pertimbangan utama adalah kenyamanan dan efisiensi biaya. Ia menilai rumah kayu memberikan suasana yang berbeda dibandingkan bangunan konvensional.

“Lebih adem dan terasa lebih nyaman. Tidak terlalu pengap seperti rumah beton,” katanya.

Selain faktor biaya, material kayu juga dinilai memiliki keunggulan dalam menjaga suhu ruangan tetap stabil. Hal ini menjadi nilai tambah di tengah kondisi cuaca Jakarta yang cenderung panas.

Arsitek Rina (29) mengatakan, tren rumah kayu di wilayah Jabodetabek memang belum masif, namun menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, klien yang memilih rumah kayu umumnya mencari konsep hunian yang lebih natural dan sederhana.

“Ada pergeseran preferensi, dari yang sebelumnya fokus pada ukuran dan kemewahan, sekarang lebih ke kenyamanan dan suasana,” kata Rina.

Meski demikian, rumah kayu juga memiliki tantangan, terutama dari sisi perawatan dan ketahanan material. Kayu membutuhkan perlindungan ekstra terhadap cuaca dan serangan rayap, sehingga pemilik perlu melakukan perawatan rutin.

Selain itu, ketersediaan bahan baku kayu berkualitas juga menjadi faktor yang memengaruhi harga dan pembangunan rumah.

Secara historis, penggunaan kayu sebagai bahan utama bangunan bukan hal baru di Jakarta. Rumah tradisional Betawi banyak menggunakan material kayu dengan konsep rumah panggung yang dirancang adaptif terhadap lingkungan, termasuk untuk sirkulasi udara dan mengantisipasi banjir.

Kini, konsep tersebut mulai diadaptasi dalam desain modern yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. 

Meski belum menggantikan dominasi rumah beton, kehadiran rumah kayu, seperti yang tampak di Jalan Teguh V Selatan, menunjukkan adanya alternatif baru dalam pilihan hunian urban, yang tak hanya fungsional, tetapi juga menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk kota.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 1 visit(s) today